02 June 2020, 20:53 WIB

Muhammadiyah Ingatkan Presiden Jokowi Perbaiki Komunikasi Politik


Nur Azizah | Politik dan Hukum

PENGURUS Pusat Muhammadiyah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki komunikasi politik pemerintah, khususnya para pembantu Presiden atau anggota kabinet.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti mengungkapkan masukan itu disampaikan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).

Baca juga: Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh

Menurut Mukti, masukan itu karena pernyataan pembantu presiden yang kerap tidak kompak. "Kedua, memperbaiki kerja sama dengan ormas, termasuk ormas keagamaan," kata Muti.

Ketiga, menjaga ketenangan dengan meminimalkan kegaduhan politik.

Baca juga: Luhut: Pemerintah Akan Ubah Perilaku Masyarakat Lewat Regulasi

Pertemuan itu dihadiri Helmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mu'ti (PP Muhammadyah), KH Muhyiddin Junaidi (MUI), Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin).

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan tiga hal. "Satu, belum ada keputusan tentang jadwal masuk sekolah. Dua, minta masukan tentang pengelolaan pesantren masa covid. Tiga, kebijakan soal pembatalan haji," ungkap Muti. (X-15)

BERITA TERKAIT