02 June 2020, 20:36 WIB

Luhut: Ekspor Besi dan Baja Bantu Ekonomi Indonesia


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut dampak pandemi covid-19 bagi Indonesia cukup besar.

Itu terlihat dari penurunan kinerja enam sektor kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2020. Keenam sektor ialah perdagangan yang melambat 2,1%, pengolahan 1,6%, pertanian 0,0%, konstruksi 2,9%, pertambangan 0,4% dan transportasi 1,3%.

"Padahal, keenam sektor ini berkontribusi sebesar 69% dari total PDB Indonesia. Covid-19 ini telah menimbulkan dampak shock. Ini yang sedang kita hadapi," ujar Luhut melalui telekonferensi, Selasa (2/6).

Baca juga: Akibat Pandemi, Kerugian Negara Bisa Capai Rp 316 Triliun

Dari sisi permintaan, lanjut Luhut, konsumsi dan investasi mengalami dampak paling besar. Pada kuartal I 2019, realisasi konsumsi domestik mencapai 5,3%, namun pada sedangkan pada kuartal I 2020 turun menjadi 2,7%. Padahal, konsumsi memiliki kontribusi 59,40% terhadap PDB.

Menyoroti realisasi investasi, juga terjadi penurunan dari 5,0% per kuartal I 2019, 2019, menjadi 1,7% per kuartal I 2020. "Saya ingatkan ini tidak terjadi di Indonesia saja. seluruh dunia terdampak dan World Bank pun melihat ini baru pertama kali terjadi di dunia," pungkas Luhut.

Baca juga: Menkeu: New Normal Harus Seimbangkan Kesehatan dan Ekonomi

Luhut mengungkapkan saat ini kinerja ekspor besi dan baja membantu ekonomi Indonesia dari dampak pandemi. Dia membandingkan peningkatan penerimaan dari ekspor besi dan baja dengan penerimaan dari ekspor otomotif. Pada 2014, kinerja ekspor otomotif Indonesia tercatat US$ 5,2 miliar. Sementara itu, kinerja ekspor besi dan baja hanya US$ 1,1 miliar pada tahun serupa.

"Tahun 2019, naik pendapatan (ekspor) besi dan baja menjadi US$ 7,4 miliar dan kendaraan hanya US$ 8,1 miliar. Dalam lima tahun, besi dan baja bisa mengejar ketertinggalan," tandasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT