02 June 2020, 20:03 WIB

Ratusan Jurnalis di Dunia Meninggal Akibat Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEDIKITNYA 127 wartawan telah meninggal karena covid-19 antara 1 Maret dan 31 Mei tahun ini di seluruh dunia. Demikian data yang dirilis Press Emblem Campaign (PEC).

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Selasa (2/6), LSM yang bermarkas di Jenewa itu mengatakan di antara 127 kematian, sekitar dua pertiganya sedang bertugas.

"Pekerja media memiliki peran penting dalam memerangi virus baru, mereka harus menginformasikan tentang penyebaran penyakit. Sejumlah dari mereka meninggal karena kurangnya langkah-langkah perlindungan  memadai ketika melakukan pekerjaan mereka," kata Sekretaris Jenderal PEC Blaise Lempen, seperti dikutip Xinhua.

PEC mengatakan penghitungan mereka didasarkan pada penggunaan berbagai sumber seperti asosiasi jurnalis nasional, media lokal, dan koresponden PEC di seluruh dunia.

Menurut data mereka, Peru adalah negara dengan jumlah korban tertinggi (15 wartawan). Brasil dan Meksiko berada di urutan kedua dan ketiga, dengan 13 korban. Sementara ada 12 kematian jurnalis di Amerika Serikat, serta  lima di Rusia dan Inggris.

Menurut wilayah, Amerika Latin adalah benua yang paling terkena dampak, dengan setidaknya 62 jurnalis tewas karena virus korona, sedangkan  23 korban di Eropa, 17 di Asia, 13 di Amerika Utara, dan 12 di Afrika.

Didirikan pada Juni 2004 oleh kelompok jurnalis internasional, PEC adalah organisasi nonpemerintah dengan status khusus konsultatif PBB, yang tujuannya adalah untuk memperkuat perlindungan hukum dan keselamatan jurnalis di zona konflik, wilayah kerusuhan sipil, atau misi berbahaya. (M-4)

BERITA TERKAIT