02 June 2020, 18:20 WIB

Penembak Karyawan Freeport Ditangkap


Media Indonesia | Politik dan Hukum

TIGA anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terlibat penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia ditangkap.

Penangkapan dilakukan personel gabungan Polda Papua dan Operasi Nemangkawi di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (29/5). Ketiga anggota KKB itu berinisial TW, SM, dan OW. 

Dalam keterangan pers di Markas Polda Papua, Selasa (2/6), Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menyebutkan kalau TW dan SM adalah anggota KKB wilayah Kalikopi Timika, yang merupakan pasukan di bawah pimpinan Antonius Aim. Secara keseluruhan pimpinan tertinggi wilayah Kalikopi adalah Jack Kemong. 

"Mereka bergabung menjadi KKB wilayah Kalikopi sejak 30 Januari 2019," ujar Irjen Paulus. 
 
TW dan SM adalah anggota KKB Kalikopi yang terlibat penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana Kabupaten Mimika pada 30 Maret 2020 sesuai laporan polisi nomor: LP/39/III/2020/Res Mimika/Sek Kuala Kencana, tanggal 30 Maret 2020.

Satu tersangka yakni OW adalah salah satu yang masuk daftar pencarian orang (DPO) KKB wilayah Pilia, Puncak Jaya. Ia ditangkap di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (31/5) pukul 19.30 WIT.

Sejumlah barang bukti dari tersangka TW dan SM adalan delapan butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm, enam butir selongsong kaliber 7,62 x 51 mm, enam amunisi 7,62 x 39 mm, dan 10 selongsong 7,62 x 62 mm. Sedangkan dari tersangka OW didapatkan sebuah tas warna hitam, satu kemeja warna putih garis abu-abu, dua telepon genggam, dan satu tab.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap TW diketahui bahwa aksi penembakan pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana yang mengakibatkan satu WNA atas nama Graeme Thomas Wall (meninggal dunia) dipimpin oleh Joni Botak. Peran TW dalam kejadian tersebut adalah sebagai pembawa tas milik Joni Botak yang berisi 2 buah magazen dan peluru amunisi," tutur Kapolda Papua lagi.

Sedangkan DPO OW, lanjut Irjen Paulus, merupakan pasukan KKB pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri.

Bahkan penembakan terhadap mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga pernah dilakukan, ketika menjabat sebagai Kapolda Papua yang sedang menuju tempat kejadian perkara (TKP) di Polsek Pirime pada 28 November 2012. Penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) juga terjadai saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga, Kabupaten Lany Jaya pada 3 November 2018.

"Polda Papua bersama jajaran dan Kodam XVII/Cenderawasih akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang mengganggu stabilitas keamanan di Provinsi Papua. Kami mengharapkan peran serta para tokoh untuk membantu aparat keamanan dalam melakukan penindakan terhadap KKB yang selama ini meresahkan masyarakat di Papua," imbuh Irjen Paulus. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT