02 June 2020, 15:00 WIB

Mulai Hari Ini, Changi Bertahap Buka Transit


Fetry Wuryasti | Weekend

PELANCONG secara bertahap akan diizinkan untuk transit melalui Bandara Changi mulai hari ini, saat Singapura bertahap mulai menuntaskan masa karantina mandiri.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk secara progresif membuka kembali transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan masyarakat Singapura, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan pada hari Rabu (20 Mei).

Dilansir the Strait Times, penumpang asing dapat transit melalui Singapura hanya jika mereka berada di penerbangan repatriasi yang diatur oleh pemerintah masing-masing. Maskapai penerbangan harus menyerahkan permohonan untuk jalur transfer di Bandara Changi ke CAAS. Permohonan itu akan dievaluasi berdasarkan keselamatan penerbangan, pertimbangan kesehatan masyarakat dan kesehatan penumpang dan awak.

Langkah-langkah ketat juga akan diterapkan untuk memastikan bahwa penumpang transit tetap berada di fasilitas yang ditunjuk di dalam area transit dan tidak bercampur dengan penumpang lain di Bandara Changi. Staf bandara yang berinteraksi dengan penumpang harus mengenakan peralatan pelindung diri, sementara tindakan pencegahan yang akan tetap berlaku.

Lalu lintas udara di  Changi merosot jumlahnya sejak semua pengunjung jangka pendek dari mana saja di dunia dilarang masuk atau transit melalui Singapura pada 23 Maret.
Menteri Perhubungan Singapura, Khaw Boon Wan mengatakan awal bulan ini bahwa Bandara Changi hanya menangani sekitar 100 kedatangan dan 700 penumpang keberangkatan per hari.

Sebagai perbandingan, bandara Changi menangani lebih dari 170 ribu penumpang per hari pada Mei tahun lalu. Sementara penerbangan harian turun dari 7.400 sebelum wabah virus menjadi hanya 80.

Tiongkok dan Korea Selatan juga membuka koridor perjalanan yang dikontrol ketat antara Seoul dan 10 wilayah Tiongkok awal bulan ini, sementara Estonia, Latvia dan Lithuania mencabut pembatasan perjalanan di antara tiga negara Baltik Jumat lalu.

Tetapi masih ada kekhawatiran tentang kurangnya konsensus global tentang perlindungan apa yang harus dilaksanakan secara menyeluruh oleh maskapai dan bandara untuk mencegah gelombang infeksi baru. Kemarin, Airports Council International (ACI) World dan International Air Transport Association (IATA) meminta pemerintah untuk memastikan bahwa setiap tindakan baru yang diperkenalkan didukung oleh bukti ilmiah dan konsisten di seluruh dunia.

Kedua kelompok industri masing-masing mewakili bandara dan maskapai. "Saat ini tidak ada langkah tunggal yang dapat mengurangi semua risiko memulai kembali perjalanan udara. Tetapi kami percaya pendekatan yang konsisten secara global dan berbasis pada hasil merupakan cara yang paling efektif untuk menyeimbangkan mitigasi risiko dengan kebutuhan untuk membuka ekonomi dan memungkinkan perjalanan," kata Direktur Jenderal ACI World Angela Gittens. (M-1)

BERITA TERKAIT