02 June 2020, 14:30 WIB

Sudah Ingin Traveling? Ini Aturan Baru Sejumlah Maskapai


Fetry Wuryasti | Weekend

SEMAKIN banyak maskapai kembali beroperasi dalam beberapa minggu mendatang. Penumpang harus bersiap menghadapi penundaan waktu penerbangan, ketidaknyamanan, dan kemungkinan tarif yang lebih tinggi.

Associate Professor Nitin Pangarkar dari National University of Singapore Business School mengatakan sistem check-in yang baru harus melakukan pemeriksaan paspor dan visa, cek tiket, pemeriksaan berat bagasi, pemeriksaan suhu tubuh, dan di beberapa negara seperti Indonesia, penumpang domestik pun disyaratkan memiliki surat keterangan bebas covid-19.

"Jarak yang lebih jauh antara pengantre akan berdampak antrean mengular. Ini tidak akan berhasil dengan kondisi bandara penuh sesak seperti zaman sekarang," kata Pangarkar dilansir the Straits Times.

Nicholas Wyatt, Kepala Penelitian dan Analisis Perjalanan dan Pariwisata di perusahaan analisis GlobalData, mengatakan jarak yang aman di meja check-in akan bermasalah setelah penerbangan dilanjutkan dalam jumlah penumpang yang lebih besar. Beberapa maskapai penerbangan bahkan mungkin akan mewajibkan proses check-in online 

Analis Penerbangan Mohshin Aziz berharap bahwa pihak berwenang akan menghentikan adanya rombongan pengantar untuk menghindari kian padatnya bandara. Singapore Airlines (SIA) dan maskapai lain mengatakan pengalaman dalam penerbangan akan berubah, meskipun spesifiknya masih belum jelas. Chief executive grup Qatar Airways Akbar Al Baker, mengharapkan perubahan dalam standar layanan dasar.

Berikut Beberapa Perubahan yang Direncanakan Sejumlah Maskapai:

- Scoot dan Jetstar Asia, mengatakan mereka akan menempatkan penumpang dengan jarak tertentuh di pesawat jika memungkinkan. Maskapai lain telah berkomitmen untuk menutup kursi tengah untuk menjaga jarak.

- Scoot juga mengemukakan pembatasan bagasi jinjing hingga 3kg mulai 1 Juni untuk mempercepat naik dan turun dan untuk meminimalkan kemacetan saat penumpang menyimpan bagasi. Sisa bagasi kabin 10kg atau 15kg yang biasa diizinkan akan masuk secara gratis.

- CEO Qatar Airways, Al Baker memengungkapkan tarif akan naik antara 50 dan 100 persen jika jarak aman wajib diberlakukan. Untuk berapa lama normal baru industri penerbangan akan bertahan, Al Baker menduga semua ini akan berubah hanya jika ada obat yang terbukti kuat terhadap virus ini.

- Maskapai Filipina Cebu Pacific mengatakan kemungkinan akan memulai "penerbangan tanpa kontak" bulan depan. Penumpang tidak akan melakukan kontak fisik dengan awak dan staf maskapai. Penumpang harus menyimpan tas mereka sendiri di kabin di atas kursi, membuang sampah mereka sendiri dan tidak dapat berganti tempat duduk selama penerbangan.

- Maskapai lain seperti SIA, Jetstar Asia, All Nippon Airways, Emirates, Korean Air, Japan Airlines dan AirAsia - mengatakan mereka sudah memiliki berbagai tindakan pencegahan, dan akan terus memantau peraturan serta reaksi pelanggan.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (Iata) mengatakan dalam sebuah laporan Selasa lalu bahwa langkah-langkah industri yang diharapkan termasuk antrean menuju check-in, makanan siap saji di pesawat, dan tidak ada antrian untuk toilet di pesawat.

Ia juga mengatakan belum tersedianya pengujian Covid-19 skala besar dan cepat untuk mengidentifikasi penumpang yang terinfeksi, akan mengubah aturan untuk beberapa langkah pencegahan. Iata juga akan mendukung paspor imunitas yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan diakui oleh pemerintah.

Para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana perubahan harga tiket pesawat. Jarak sosial di pesawat akan mendorong harga per kursi naik, tetapi ini diimbangi oleh faktor-faktor lain seperti kebutuhan untuk mengisi kursi, harga minyak yang lebih rendah dan kemungkinan biaya bandara yang lebih rendah. (M-1)
 

BERITA TERKAIT