02 June 2020, 12:52 WIB

Masjid Dibuka, Warga Jakarta Diminta Berwudhu dari Rumah


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

WARGA Jakarta diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 saat beribadah berjamaah di masjid. Pasalnya, Pemprov DKI bakal membuka kembali rumah ibadah saat kenormalan baru atau new normal diberlakukan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta KH Ma’mun Al-Ayyubi mengungkapkan ada prosedur tetap (protap) yang harus dikerjakan warga jika ingin beribadah bersama di masjid.

"Warga harus lebih tertib, di antaranya dengan cuci tangan dan berwudhu dari rumah masing-masing. Kalau berwudhu di masjid khawatir ada tumpukan antrean panjang," ujar Ma'mun saat dihubungi, Jakarta, Selasa (2/6).

Adanya seruan tersebut untuk mengantisipasi penularanccovid-19 di suatu masjid. Ma'mun tidak ingin dengan dibukanya kembali masjid, justru membuat klaster penularan covid-19 baru apabila ada warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan tersebut.

"Pakai masker juga wajib. Bawa sajadah masing-masing untuk menjamin kebersihannya. Kalau warga tidak patuh, khawatir ada penularan. Makanya, bawa alat masing-masing dari rumah," jelas Ma'mun.

Baca juga: Seluruh Masjid Bakal Buka Kembali, DMI Jakarta: Ada Protapnya

Dalam salat berjamaah pun bakal diberi jarak paling tidak setengah meter antarwarga. DMI Jakarta mengikuti Surat Edaran Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) yang berisi pedoman untuk masjid-masjid dan jemaah dalam melaksanakan ibadah di masjid pada masa normal baru atau new normal.

"Kalau di Jakarta memang sejak awal itu kan ketika kita tutup bareng-bareng, tentu dibuka pun bareng juga. InsyaAllah semua masjid ada edaran menag juga lalu ada surat pimpinan pusat DMI, maka DMI DKI ini hanya menunggu biar sinergi panduannya seperti apa," pungkas Ma'mun.(OL-5)

BERITA TERKAIT