02 June 2020, 12:30 WIB

​​​​​​​Ahli Epidemiologi: Kasus Covid-19 di DKI Justru Naik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

AHLI epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengungkapkan, kurva kasus positif Covid-19 mingguan DKI Jakarta mengalami kenaikan jelang berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sejak tanggal 16 april laporan harian DKI tampak menurun (kasus positif Covid-19). Namun setelah ada narasi new normal kasus naik," jelas Syahrizal kepada mediaindonesia.com, Jakarta, Selasa (2/6).

Dalam data terlihat kurva kasus positif Covid-19 tiap minggunya mengalami naik turun. Pada 13 April, Syahrizal mencatat ada lebih dari 120 kasus positif di Jakarta. Lalu pada 20 april kasus positif naik hampir mendekati 140 kasus.

Pada 27 April, kasus Covid-19 di Ibu kota menurun dengan mendekati 100 kasus. Lalu pada 4 Mei naik lagihampir mendekati 120 kasus. Pada 11 mei turun lagi hampir mendekati 100 kasus dan pada 18 Mei naik di atas 100 kasus posititf Covid-19 di Jakarta.

"DKI Jakarta adalah wilayah dengan kasus konfirmasi terbanyak, bahkan jika dihitung insidens kumulatifnya, tetap saja provinsi tertinggi risikonya di Indonesia, dengan 67 kasus per 100.000 pddk," jelas Syahrizal.

Baca juga: Soal PSBL, PSI Sebut Semua RW Harus Terapkan Protokol Covid-19

Sementara itu, Jawa Timur menempati wilayah dengan kasus konfirmasi nomor dua terbanyak. Namun, kata Syahrizal, jika dibagi dengan jumlah penduduknya 39 juta penduduk, maka dari sisi risiko hanya menempati ranking 11 dengan 10 kasus per 100.000 pddk per 28 Mei.

"Sayangnya, situasi kemudian beubah dengan narasi normalitas baru dan rencana pelonggaran ditambah suasana lebaran Idulfitri kemarin. Terjadi pergerakan masyarakat yang sulit dibendung plus ditambah arus mudik dari pelbagai jalur alternatif," tandas Syahrizal. (A-2)

BERITA TERKAIT