02 June 2020, 11:04 WIB

Operasi Pasar Bulog Larantuka Diubah Menyesuaikan Pandemi


Ferdinandus Rabu | Nusantara

PERUM Bulog Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT berupaya menjaga stabilitas harga di daerah dengan menggelar operasi pasar yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Biasanya operasi pasar digelar dengan sistem mobile, juga di titik keramaian untuk menarik antusias warga agar membeil dengan harga murah. Namun kali ini pola operasi pasar berubah. Demi mencegah kerumunan warga, pola mobile atau operasi di tikik keramaian tidak lagi dilakukan. Cara yang diterapkan adalah setiap kepala desa datang langsung ke bulog untuk melakukan permintaan. Atau bulog mendistribusikan langsung ke desa-desa atau kelurahan masing-masing sesuai permintaan.

Kasubdivre Perum Bulog Larantuka, Piter De Haan saat dikonfirmasi Selasa (2/6), mengakui pola operasi pasar ini diubah dan menyesuaika kondisi pandemi covid 19 saat ini.

"Iya, operasi pasar tetap kita lakukan namun dengan pola yang sedikit berbeda, menyesuaikan dengan kondisi covid saat ini. Tentunya operasi pasar ini harus tetap sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19, menghindari kerumunan dan selalu menjaga jarak. Pola yang biasanya kami lakukan melalui sistem mobile keliling kota, atau kumpul di titik-titik keramaian tidak lagi kami lakukan. Namun pola kami ubah. Untuk menghidari kerumunan, kami menyediakan langsung di gudang bulog," kata Piter.

 Setiap kepala desa datang langsung ke kantor bulog, untuk melakukan permintaan sesuai data dari desa masing-masing. Yang datang juga tidak bersamaan, agar tidak ada kerumunan. Selain datang langsung ke kantor bulog, kami juga mendistribusikan langsung ke desa ataupun ke kelurahan sesuai perminntaan. Sehingga operasi pasar tetap kami lakukan namun dengan pola yang berbeda sesuai protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19.

"Walaupun dengan pola yang berbeda namun tetap pada tujuan utama menjaga stabilitas harga dan tetap  bisa melayani warga walaupun di tengfah pandemic covid-19 ini," kata tambahnya.

baca juga: WFH tak Diperpanjang, ASN Pemkab Cianjur Mulai Masuk Kerja

Ia menambahkan ketersediaan sembako saat ini masih mampu mencukupi hingga dua buan ke depan. Harga yang dijual pun dengan harga standar.

"Iya stok kita masih aman hingga 2 bulan ke depan. Saat ini di gudang bulog masih ada 980 ton beras. Dalam waktu dekat juga akan didatangkan tambahan beras 500 ton. Selain beras, pasokan gula pasir juga sudah tiba. Ada 25 ton gula pasir yang sudah kami terima. Sementara harga yang dijual dalam operasi pasar masih dengan harga murah sesuai standarisasi harga, seperti beras kami jual Rp9.000 per kilogram. gula pasir Rp12.500 per kilogram, Terigu dijual Rp9000 per kilogram, dan minyak goreng dijual Rp13.000 per liter," pungkas Piter. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT