02 June 2020, 11:00 WIB

Jabar Sosialisasikan Pembatasan di Kelurahan


Putri Anisa Yuliani | Nusantara

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar melalui Sub Divisi Edukasi Masyarakat mulai mensosialisasikan penanganan covid-19 berskala mikro di kelurahan/desa kritis yang memiliki pasien positif lebih dari enam pasien covid-19 per kelurahan/desa.

Pada tahap awal, 13 kelurahan/desa yang akan menjalani isolasi intensif selama 14 hari, mulai dari Selasa (2/6) sampai Senin (15/6). Satu di antaranya adalah Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Kepala Desa Kasomalang Kulon Amirudin menyambut baik penanganan covid-19 berskala mikro, terlebih gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota menjelaskan secara rinci apa saja yang akan dilakukan di desanya. Agar penanganan berjalan optimal, dia dan aparatur desa mulai melakukan pendataan.

“Kami menerima informasi terkait langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim provinsi itu selama 14 Hari. Ada edukasi, ada langkah-langkah persuasif secara sosial, cara penanganan edukasi, memberikan motivasi pada masyarakat secara baik dan sesuai dengan kultur yang ada di wilayah kita,” kata Amirudin dalam keterangan resmi, Senin (1/6).

Amirudin optimistis dengan penangangan berskala kelurahan/desa, rantai penularan covid-19 di desanya dapat terputus.

“Ini langkah evaluasi yang mengerucut terhadap beberapa desa. Ini adalah upaya provinsi Jawa Barat untuk benar-benar untuk memutus mata rantai dari seluruh leading sektor desanya,” tandas Amirudin.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) mulai mengimplementasikan penanganan covid-19 berskala mikro atau tingkat kelurahan/desa. Tujuannya supaya sebaran covid-19 dapat dikendalikan dan angka kematian akibat pandemi covid-19 bisa ditekan.

Baca juga: Jabar Terapkan Pembatasan Covid-19 Berskala Mikro

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Berli Hamdani mengatakan penanganan berskala mikro dengan melakukan isolasi secara intensif selama 14 hari di desa/kelurahan yang masuk daerah rawan dapat mengefisienkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanggulangan covid-19.

"Semakin lamanya kita mengatasi dampak pandemi covid-19 di Jabar ini, semua sumber daya terserap hampir habis, termasuk anggaran dan SDM. Penanganan covid-19 berskala mikro juga sejalan dengan pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) proporsional di tingkat kelurahan/desa," kata Berli dalam keterangan resminya, Senin (1/6).

Ada 267 desa dan kelurahan di Jabar memiliki pasien positif covid-19. Dari jumlah itu, kata Berli, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar mencatat ada sekitar 54 desa kritis dengan catatan kasus positif covid-19 lebih dari enam pasien per desa.(OL-14)

 

 

BERITA TERKAIT