02 June 2020, 09:09 WIB

Dolar Melemah karena Optimisme Pemulihan Ekonomi 


Antara | Ekonomi

DOLAR AS jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena sentimen risiko membaik ditopang optimisme bahwa pemulihan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran global virus korona mulai terlihat.

Pelaku pasar mencerna serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Aktivitas manufaktur AS pada Mei naik dari level terendah 11 tahun, tanda terkuat bahwa ekonomi mulai bangkit ketika bisnis dibuka kembali.

Meski demikian, pemulihan dari krisis covid-19 dapat memakan waktu bertahun-tahun karena pengangguran yang tinggi.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur AS tercatat 43,1% pada Mei, naik 1,6 poin persentase dari pembacaan April di 41,5%, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Senin (1/6).

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan indeks mencapai total 44%. Angka Pembacaan di bawah 50% menunjukkan sektor ini secara umum masih berkontraksi

"Pasar keuangan tetap optimis bahwa pemulihan ekonomi global tetap ada," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah laporan.

Baca juga: Ekonomi AS Mulai Membaik, Harga Emas Turun Tipis

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,50% menjadi 97,8371 pada akhir perdagangan, terendah sejak 16 Maret.

Pada akhir perdagangan New York, euro menguat menjadi US$1,1132 dari US$1,1102  pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi US$1,2493 dari US$1,2327 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi US$0,6798 dari US$0,6664.

Dolar AS dibeli 107,59 yen Jepang, lebih rendah dari 107,79 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS tidak berubah mendekati 0,9617 franc Swiss dari 0,9617 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3577 dolar Kanada dari 1,3777 dolar Kanada. (A-2)

BERITA TERKAIT