01 June 2020, 20:15 WIB

Terdampak Parah, UMKM Jadi Perhatian dalam Stimulus Ekonomi


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

USAHA mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadk sektor yang terdampak signifikan terhadap pandemi covid-19. Hal itu karena skala usaha UMKM biasanya bergerak untuk memenuhi kebutuhan pokok pelaku usahanya.

Sektor ini pun jadi salah satu prioritas untuk dibantu dalam stimulus ekonomi menangkal dampak covid-19 yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2020 yang sudah disahkan DPR.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan stimulus yang sudah diluncurkan pemerintah diantaranya melakukan perluasan bantuan sosial, relaksasi kredit, memberikan subsidi bunga, dan sebagainya.

Nasabah yang mengajukan kredit di bank dan kini tak bisa mengangsur diberikan relaksasi. Di sektor keuangan, OJK melarang perbankan melakukan penagihan melalui debt collector kepada nasabah di masa pandemi.

"Hal ini dilakukan supaya masyarakat bisa tenang, tetap bisa makan. Kita sudah memberikan insentif kepada lembaga keuangan lewat restrukturisasi kredit dan subsidi bunga," kata Wimboh dalam web seminar inkubasi bisnis Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) bertajuk Best Practice Manajemen Krisis: Membangun Network dan Potensi Funding untuk Melewati Masa-masa Sulit, Minggu (31/5). 

Baca juga : Sektor Ekonomi Dibuka Kembali untuk Hentikan Ancaman Krisis

Restrukturisasi paling utama ditujukan untuk kredit-kredit kecil UMKM. Sedangkan untuk perbankan, OJK dan Kemenkeu menyiapkan penyangga likuiditas perbankan, supaya tetap bisa membayar kewajibannya kepada pemegang deposito dan tabungan, terlebih lagi jika ada nasabah yang ingin menarik uang di bank. 

"Skemanya sudah disiapkan, likuiditas pasar akan kita jaga, likuiditas dan fasilitas BI tetap jalan. Apabila fasilitas yang ada tidak mampu membantu, maka OJK akan menyediakan likuiditas yang disalurkan melalui bank-bank besar. Ini hanya sebagai amunisi bagi perbankan supaya tetap kuat," tuturnya.

Wimboh menegaskan, stimulus yang diberikan pemerintah harus bisa memberikan efek multiplier di masyarakat agar stabilitas perekonomian terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Di sisi lain, momentum pandemi Covid-19 bisa dijadikan sarana untuk mendesain arsitektur ekonomi Indonesia agar lebih kuat menghadapi krisis akibat berbagai faktor kedepannya.

"Sudah selayaknya kita meredesain tatanan ekonomi, bahkan mungkin juga tatanan hukum, dan tatanan sektor keuangan," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT