01 June 2020, 23:55 WIB

Penundaan Tahun Ajaran Baru Bukan Pilihan


Ardi Teristi | Nusantara

WAKIL Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menilai tidak perlu menunda pelaksanaan tahun ajaran baru. Penunaan tahun ajaran baru tidak efektif, merugikan siswa, dan menunda usia produktif serta cenderung tidak memberi manfaat yang banyak.

"Pemkot Yogyakarta tidak memilih itu sebagai wacana menghadapi situasi ini. Kebijakan pendidikan akan lebih realistis apabila mengubah target pembelajaran agar lebih responsif dengan kondisi Pandemi Covid-19. Dengan langkah itu, pendidikan di tengah pandemi Covid-19 bisa lebih optimal dan bisa sesuai target," jelasnya, Senin (1/6).

Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini sedang menyusun protokol baru dalam upaya nanti menuju normal baru di masa mendatang. Misalnya, keberlangsungan proses pembelajaran dan kegiatan di sekolah dengan protokol normal baru dipersiapkan secara matang.

"Yang kita lakukan adalah bagaimana menyiapkan para siswa ketika tahun ajaran baru pada Juli nanti sudah mulai berjalan, dan para siswa sudah mulai masuk," kata dia.

Walau sudah menyiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru pada Juli, Pemkot Yogyakarta saat ini masih menunggu kebijakan pusat. Heroe menambahkan, pendaftaran penerimaan siswa baru untuk SD dan SMP di Kota Yogyakarta tetap dilakukan pada Juni 2020. Pada Juli 2020, Pemkot Yogyakarta sudah mengagendakan siswa sudah memasuki tahun ajaran baru.

Dijelaskan Heroe, pihaknya tengah menyiapkan protokol baru di sekolah. Infrastruktur yang sedang disiapkan adalah alat untuk pemeriksaan suhu tubuh, tempat cuci tangan, mengatur jarak di kelas, melakukan giliran masuk, mekanisme pembelajaran dan materi ajarnya, lama waktu di sekolah, dan sebagainya.

Masa pandemi Covid-19, lanjut dia, menjadi momentum untuk memperkuat soft skill dan life skill para siswa. Protokol baru yang sedang disusun diharapkan bisa optimal menghasilkan pembelajaran yang optimal di tengah masa pandemi ini. (R-1)

 

BERITA TERKAIT