02 June 2020, 02:05 WIB

Pengembang Andalkan Penjualan Daring


Gana Buana | Ekonomi

PENJUALAN melalui skema daring (online) akan menjadi andalan pebisnis properti untuk menjaga roda usaha agar tetap berputar selama pandemi covid-19. Tak hanya dari sisi promosi dan penjualan, industri properti pun menggunakan skema online dalam mengurus kewajiban terkait dengan jual-beli properti.

“Dari hal pengurusan tanah seperti verifikasi sertifikat, pajak pusat dan daerah, pengurusan pembiayaan perbankan, hingga kenotarisan. Kami sudah berdiskusi selama dua minggu ini, penjualan dan pengurusan difokuskan dengan sistem online,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida di Jakarta, kemarin.

Dia berharap penggunaan skema online dalam penjualan serta pengurusan berbagai kewajiban dapat mendorong minat masyarakat untuk tetap mengakuisisi properti. Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch Ali Tranghanda menyatakan sekarang ini banyak pengembang properti meluncurkan berbagai strategi pemasaran untuk mempertahankan penjualan.

Selain skema online, ada juga pengembang yang memberi potongan harga jual, gratis BPHTB, hingga pada keringanan pembayaran. Bank-bank pun memberikan kemudahan kredit kepada konsumen yang membeli rumah milik pengembang properti ternama pada saat sulit seperti saat ini.

“Hal itu didasari kepercayaan bank terhadap perusahaan tersebut yang memiliki rekam jejak baik,” kata Ali.

Bahkan, Ali menilai situasi pandemi covid-19 saat ini merupakan waktu tepat untuk membeli hunian. Pasalnya, banyak kemudahan yang diberikan kalangan perbankan dan pengembang kepada masyarakat.

“Program suku bunga terjangkau yang diberikan perbankan, program menarik pengembang seperti down payment (DP) dibayar oleh pengembang ialah salah satunya,” ungkap Ali.

Penawaran yang menarik itu, menurut Ali, merupakan momentum tepat bagi para investor ataupun untuk membeli properti. Ibaratnya, kini pembeli itu posisinya di atas, memiliki daya tekan untuk memilih produk yang diinginkan.

“Ini harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat yang ingin memiliki hunian,” kata dia.

Ali menambahkan momentum seperti saat ini belum tentu  terulang ketika pandemi berakhir. “Jadi, manfaatkan  rogram-program itu karena belum tentu ada lagi. Namun, investor tetap harus jeli untuk tidak sembarang membeli karena reputasi pengembang harus juga jadi faktor pertimbangan utama,” katanya.


Manfaatkan stimulus

Dalam kesempatan terpisah, Head of Research and Counsultancy Savills Indonesia Anton Sitorus menilai stimulus yang diberikan perbankan dan pengembang saat ini cukup strategis pada masa pandemi.

“Itu (stimulus) tentu bagus. Apalagi di tengah pandemi ini, masyarakat harus mengatur cash flow-nya. Jadi, mereka yang ingin memiliki hunian bisa mudah merealisasikannya karena adanya stimulus tersebut,” kata dia.

Menurut Anton, beberapa kawasan hunian masih prospektif ke depannya untuk diburu investor properti. “Di antara kawasan itu ialah BSD City, Cibubur, dan Bekasi,” tukasnya. (Dro/S-3)

BERITA TERKAIT