01 June 2020, 22:11 WIB

Kemendagri Ingin Copas Daerah yang Inovatif Tangani Pandemi


Indriyani Astuti | Nusantara

GURU Besar IPDN Djohermansyah Djohan menyampaikan Kementerian Dalam Negeri membuat lomba inovasi yang difokuskan pada tema penanganan bencana nonalam yakni pandemi covid-19.

Ia menyampaikan daerah-daerah yang punya praktik baik di berbagai bidang dapat diterapkan di daerah lainnya alias di-copy-paste (copas). Adapun bidang yang akan dinilai seperti inovasi isolasi mandiri, inovasi rumah sakit rujukan covid-19, inovasi pendidikan di rumah saja, dan cara penanganan  pembatasan sosial berskala besar yang efektif.

Baca juga: Hadapi Virus Covid-19, Ridwan Kamil: Bad Day Pasti Berlalu

"Bisa direplikasi tinggal copy-paste (copas), atau modifikasi di sana-sini sesuai kondisi daerah yang akan menerapkan," tuturnya ketika dihubungi di Jakarta, pada Senin (1/6).

Disampaikan Prof. Djo, sapaannya, bahwa dalam melakukan akselerasi menuju tatanan normal baru, daerah-daerah diminta melakukan persiapan sebelum PSBB dicabut.

"Dimulai dari instansi pemerintah dulu sebagai contoh, lalu ke masyarakat utamanya supaya mereka bisa bergerak," ujarnya.

Sedangkan untuk daerah-daerah yang tidak menerapkan PSBB, normal baru sudah bisa diterapkan dengan sosialisasi yang luas ke masyarakat.

Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan ada skenario untuk tatanan normal baru yang diterapkan dengan sistem zonasi termasuk zona yang hijau di antaranya ukuran dari R0, R1. Kemudian kesiapan dari daerah, kesiapan kapasitas sistem kesehatan dan lain-lain.

"Jadi ada zonasi dan ada sektor yang nanti secara bertahap, tapi terlepas dari sektor dan zonasi itu kedepan saya kira semua daerah siap dengan tatanan yang aktif, produktif tapi aman covid-19 ini," kata Tito di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kampanye Unik Anti-Covid-19 Ala Ganjar Pranowo

Oleh karena itu, lanjutnya, lomba inovasi digagas dengan fokus menyongsong tatanan normal baru. Diharapkan lewat lomba itu daerah bisa membuat protokol sekaligus simulasi yang dapat dilihat dengan cara membuat video.

Ada 7 sektor yang akan dibuatkan videonya dalam lomba inovasi itu. Dan tiap daerah diharapkan membuat video di tujuh bidang atau sektor seperti pasar tradisional, pasar modern baik mal yang besar atau yang tidak punya mall, ada  minimarket, restoran, hotel, kemudian PTSP yang ada pada semua daerah untuk memberikan pelayanan publik terpadu satu pintu, kemudian tempat wisata, dan juga transportasi umum. (Ind/A-3)

BERITA TERKAIT