01 June 2020, 22:01 WIB

Tirai Plastik sebagai Tameng Terakhir


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

TIRAI-tirai plastik membentang di depan sejumlah toko pasar yang berada di wilayah Tangerang, Banten. Dipasangnya tirai pemisah antara penjual dan pembeli dengan plastik diberlakukan demi menyambut pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Para penjual memasang tirai plastik usai Pemkot Tangerang mewajibkan para pedagang untuk memasang tirai plastik sebagai pembatas antara pedagang dan pembeli guna mengurangi resiko penyebaran virus korona jenis baru.

Baca juga:Longgarkan PSBB Menuju New Normal, Tangerang Mulai Buka Masjid

Langkah para penjual di pasar area Tangerang menggunakan tirai plastik sejatinya telah sesuai dengan penerapan Surat Edaran (SE) yang dirilis Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan saat New Normal.

Di dalam SE tersebut diwajibkan jumlah pengunjung pasar tradisional maksimal hanya 30% dari jumlah kunjungan normal. Sementara itu, toko swalayan kuota maksimal boleh lebih besar, yakni sebanyak 40%.

Di sisi lain, sebagai tameng terakhir, pemasangan tirai plastik rupanya belum diberlakukan secara merata di seluruh pasar, terutama di DKI Jakarta.

Seperti di pasar Tanah Abang. Dari pantauan langsung Media Indonesia, sejumlah pedagang terlihat mulai kembali membuka lapak dagangan mereka.

Kebanyakan pedagang yang mulai kembali beraktivitas adalah pedagang yang berada di trotoar di bawah jembatan penyeberangan orang Blok G.

Sejumlah toko di blok G pasar Tanah Abang tersebut tidak menerapkan penggunaan tirai plastik.

"Di sini belum ada yang pakai plastik. Memang toko juga belum semua buka, banyak juga toko yang tutup," ujar Amir, selaku penjaga pasar Tanah Abang, Senin (1/6).

Baca juga:Wagub DKI Klaim Banyak Warga Patuhi Aturan PSBB

Setali tiga uang dengan pasar Tanah Abang, pasar Palmerah juga masih ramai tanpa adanya pemisah tirai plastik.

Bahkan, para penjual di pasar Palmerah sampai harus tumpah-ruah hingga memenuhi area jalan untuk menjajakan jualannya. Walaupun mulai kembali beraktivitas, sejumlah protokol kesehatan diabaikan oleh warga. Warga terlihat berkerumun saat berbelanja dan tidak menjaga jarak satu sama lain. (Ykb/A-3)

BERITA TERKAIT