01 June 2020, 22:00 WIB

Penelitian Ungkap Dampak Pasca Karantina Pada Anak


Fathurrozak | Weekend

SUATU tim ahli dari University of Bath menganalisis lebih dari 60 studi peer-review yang sudah ada sebelumnya mengenai topik-topik yang mencakup isolasi, kesepian dan kesehatan mental untuk kalangan anak muda berusia antara empat dan 21 tahun.

Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa kaum muda yang mengalami kesepian selama karantina dalam masa pandemi ini mungkin sebanyak tiga kali lebih mungkin untuk mengalami depresi di masa depan. Lebih lanjut, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, dampak pada kesehatan mental mereka dapat berlangsung hingga setidaknya selama sembilan tahun.
 
Penulis penelitian menambahkan bahwa layanan kesehatan mental perlu dipersiapkan untuk lonjakan permintaan di masa mendatang. 

"Dari analisis kami, jelas ada hubungan yang kuat antara kesepian dan depresi pada anak muda, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ada bukti bahwa durasi kesepian tidak seperti intensitas yang tampaknya memiliki dampak terbesar pada tingkat depresi pada anak muda. Ini berarti bahwa kembali ke tingkat normal sesegera mungkin tentu saja penting,”kata psikolog klinis dari Departemen Psikologi di University of Bath Dr Maria Loades dikutip dari The Independent.

“Namun, bagaimana proses ini dikelola, penting ketika harus membentuk perasaan dan pengalaman anak muda tentang periode ini,” sambungnya.

Dr Loades menambahkan bahwa waktu bermain harus diprioritaskan untuk anak kecil. Di Inggris, banyak di antaranya diharapkan kembali ke sekolah mulai pekan ini, karena hal ini juga dapat membantu mereka terhubung kembali dengan teman dan menyesuaikan diri setelah masa isolasi yang intens.

Direktur muda NHS untuk kesehatan mental anak-anak dan remaja Profesor Prathiba Chitsabesan, mengatakan kembalinya ke sekolah dapat menyebabkan kecemasan bagi beberapa siswa dan juga mereka yang tetap di rumah merasa terisolasi atau tersisih. Dia menekankan bahwa layanan kesehatan mental NHS tetap tersedia untuk anak-anak dan remaja.

“Anak-anak dan remaja mungkin mengalami berbagai perasaan dalam menanggapi pandemi coronavirus, termasuk kecemasan, tekanan dan suasana hati yang murung, dan penting untuk memahami bahwa ini adalah respons normal terhadap situasi abnormal,” kata Profesor Chitsabesan.

NHS mengeluarkan saran tentang hal-hal yang harus diwaspadai orang tua dan langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk menjaga kesehatan mental anak mereka. Tanda-tanda itu termasuk menjumpai anak-anak yang terlihat lebih kesal, atau berjuang untuk mengelola emosi mereka, tampak cemas atau tertekan, peningkatan masalah dengan tidur dan makan, tampak murung, kecemasan, atau lebih banyak mengompol pada usia anak yang lebih muda.

Orang tua dapat membantu dengan menyediakan waktu untuk berbicara dengan anak-anak mereka. Hal itu memungkinkan anak untuk berbicara mengenai perasaan mereka, membantu anak melakukan kegiatan positif, dan menjaga kesehatan mental si orang tua sendiri. (M-1)
 

BERITA TERKAIT