01 June 2020, 19:13 WIB

Protokol Kesehatan di Bidang Olahraga Harus Disusun Secara Rinci


Akmal Fauzi | Olahraga

PENYUSUNAN protokol kesehatan untuk menyambut tatanan normal baru (New Normal) di lingkup olahraga nasional perlu dilakukan hati-hati dan matang. Para atlet perlu melewati assessment terlebih dahulu sebelum kembali berlatih.

Spesialis Kedokteran Olahraga Andi Kurniawan mengatakan, keputusan berlatih ataupun menggelar pertandingan di saat kurva penyebaran virus korona (covid-19) belum landai merupakan keputusan yang kompleks.

“Ketika atlet kembali ke lapangan itu harus diputuskan sangat hati-hati. Perlu dibuat frame work agar atlet bisa kembali berlatih lagi dengan aman,” kata Andi kepada Media Indonesia, Senin (1/6).

Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidang Sports Science itu menjelaskan, atlet harus dilakukan assessment untuk mengetahui kondisi kesehatannya selama karantina.

“Kita kan enggak tahu atlet selama ini kondisinya seperti apa, mereka hanya dipantau jarak jauh selama karantina yang dilakukan mandiri. Jadi assessment sangat penting,” jelasnya.

“Misalnya ada atlet yang pernah positif covid-19 itu harus diperiksa detil, jantungnya untuk memastikan kondisi mereka. Untuk atlet yang tidak positif juga harus diperiksa,” lanjutnya.

Baca juga : Nasib Kejuaraan Tenis Dunia Masih Menggantung

Atlet juga harus mengisi kuesioner terkait aktivitas selama tiga bulan terakhir untuk memastikan kondisi atlet. Selain itu, kata Andi, atlet harus melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) secara berkala sebelum kembali berlatih.

“Sebisa mungkin PCR, kalau rapid test kurang valid,” tegasnya.

Setelah proses pemeriksaan dilakukan, para atlet bisa kembali berlatih namun perlu diatur saat berada di tempat latihan. Physical distancing harus diterapkan selama latihan berlangsung.

“Mereka latihan dibuat kelompok kecil terlebih dahulu, dibatasi 5-10 orang. Lapangan latihan juga harusb disemprot didisinfektan sebelumnya, dan jangan gunakan loker room. Jadi, datang, latihan, pulang,” kata Andi.

Ihwal penggunaan masker, Andi menyarankan agar atlet selama berlatih tidak menggunakannya. Masker hanya digunakan saat datang dan pulang latihan.

“Ketika latihan dengan intensitas tinggi disarankan tidak menggunakan masker karena mengganggu pernafasan. Yang paling penting hindari kontak selama latihan,” jelasnya.

Andi menjelaskan, setiap cabang olahraga berbeda progres penerapan protokol kesehatannya. Saat ini, KONI Pusat akan berkoordinasi bersama induk cabang olahraga untuk mendengar masukan ihwal protokol latihan di fase New Normal. (OL-7)

BERITA TERKAIT