01 June 2020, 16:45 WIB

Lewis Hamilton Mengkritik Pembalap F1 yang 'Diam' Melihat Rasisme


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

Juara dunia Lewis Hamilton mengkritik para bintang besar di Formula Satu yang 'didominasi kulit putih' karena tidak bersuara untuk menentang rasisme ketika protes terhadap rasisme meletus di seluruh Amerika Serikat.

Pengemudi Mercedes itu mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui siapa saja bintang F1 yang didominasi kulit putih itu. Mereka kata Hamilton, hanya diam setelah kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, saat dilakukan penangkapan oleh polisi di Minneapolis.

Insiden yang direkam itu memicu kerusuhan di beberapa kota dan menimbulkan kecaman dari para atlet papan atas termasuk Michael Jordan dan Serena Williams.

"Saya melihat Anda yang diam. Padahal beberapa di antara Anda adalah bintang terbesar, tapi Anda tetap diam di tengah ketidakadilan," ungkap Hamilton dilansir AFP.

Hamilton menuturkan bahwa di industri olahraga balapan F1 itu hampir didominasi oleh orang-orang kulit putih.

"Walau saya satu-satunya pembalap berkulit gelap, tapi keadilan tetap harus berdiri tegak," tegasnya.

Saya, lanjutnya, berpikir sekarang Anda melihat lalu bertanya mengapa ini terjadi dan mengatakan sesuatu tentang itu. Namun, kalian tidak berdiri di samping kami. Saya tahu siapa Anda dan saya melihat Anda,” lanjut juara dunia enam kali itu.

Hamilton menegaskan dia hanya mendukung demonstran yang damai, bukan mereka yang telah menjarah toko dan membakar bangunan.

Baca juga: Jelang New Normal, IBL Susun Protokol Latihan

"Tidak akan ada perdamaian sampai yang disebut pemimpin kita melakukan perubahan. Ini bukan hanya terjadi di Amerika, tapi di Inggris, Spanyol, Italia, dan di seluruh dunia," lanjutnya.

Hamilton menegaskan bahwa cara minoritas diperlakukan harus berubah. "Harus ditumbuhkan cara mendidik warga minoritas di sebuah negara tentang kesetaraan, rasisme, dan perbedaan perlakuan," ungkapnya.

Kita, imbuh Hamilton, tidak dilahirkan dengan rasisme dan kebencian di hati kita. "Itu diajarkan oleh mereka yang kita hormati,” ujarnya.

Legenda bola basket Jordan bergabung dengan paduan suara dari NBA, NFL dan olahraga AS lainnya menuntut perubahan bagi orang kulit hitam Amerika. Namun, seruan itu tidak terbatas di Amerika Serikat.

Pesepakbola Prancis Marcus Thuram dan pemain internasional Inggris Jadon Sancho juga menyerukan hal yang sama. Keduanya menyerukan keadilan bagi Floyd setelah mencetak gol di Bundesliga Jerman. (AFP/OL-14)

 

BERITA TERKAIT