01 June 2020, 08:11 WIB

Kerusuhan Minneapolis: WNI Aman


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

APARAT keamanan saat ini terus berjaga-jaga di area 'Twin Cities' (kota Minneapolis dan St. Paul) di Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, setelah area tersebut mengalami peristiwa kerusuhan massal selama tiga hari terakhir.

Tindakan anarkistis massa diketahui bermula dari sebuah unjuk rasa warga yang memprotes meninggalnya George Floyd, seorang penjaga keamanan berusia 46 tahun keturunan Afrika-Amerika, diduga akibat tindakan penangkapan oleh empat oknum kepolisian pada Senin (25/5).

Unjuk rasa bermula secara damai di area yang berdekatan dengan kantor polisi Third Precinct, yang merupakan tempat berdinas keempat polisi yang menangkap George Floyd, pada Selasa (26/5) sore dan bereskalasi pada malam harinya dengan tindakan pelemparan benda-benda ke aparat kepolisian yang berjaga mengamankan unjuk rasa.

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Chicago telah berkomunikasi dengan WNI di area Twin Cities dan hingga Jumat pagi, dimana seluruh WNI berada dalam kondisi aman.

"KJRI Chicago juga telah dan terus mengimbau semua WNI untuk tetap memprioritaskan keamanan dan menghindari daerah kerusuhan, serta mematuhi anjuran dari pemerintah setempat, melalui kanal komunikasi Whatsapp dan media sosial," kata KJRI Chicago dalam sebuah keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (31/5).

Baca juga: Protes Kematian George Meluas, Minneapolis Berlakukan Jam Malam

Gubernur Minnesota, Tim Walz, Kamis siang waktu Chicago (Kamis malam WIB) menetapkan keadaan darurat hingga hari Sabtu (30/5), untuk kawasan Minneapolis, St. Paul, dan sekitarnya.

Sebanyak 500 pasukan Garda Nasional telah dimobilisasi dan telah turut serta membantu mengendalikan situasi. Sementara Walikota Minneapolis, Jacob Frey, dan Walikota St. Paul, Melvin Carter, juga menyatakan keadaan darurat lokal untuk kota Minneapolis dan St. Paul.

Presiden Trump juga menyatakan melalui akun media sosialnya bahwa kerusuhan ini menodai kenangan George Floyd. (A-2)

BERITA TERKAIT