31 May 2020, 22:58 WIB

Covid-19 Momentum Tepat Berhenti Merokok


Antara | Humaniora

GURU Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof Yayi Suryo Prabandari menyebutkan pandemi Covid-19 merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para perokok untuk berhenti merokok.

"Mari jadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk berhenti merokok," kata Yayi melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Minggu (31/5).

Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau yang diperingati masyarakat dunia setiap 31 Mei ini, Yayi mengatakan pandemi Covid-19 dapat menjadi langkah awal bagi para perokok untuk memantapkan niat berhenti merokok.

Sebab, kata dia, merokok dapat meningkatkan risiko penularan virus korona baru yang akan memperberat komplikasi penyakit akibat Covid-19.

Menurut dia, aktivitas merokok rentan menjadi wahana penularan Covid-19 karena melibatkan kontak jari yang mungkin terkontaminasi dengan mulut secara intens. Hal tersebut memberikan peluang bagi virus dari jari tangan berpindah ke mulut dan masuk ke dalam tubuh.

Perokok tidak hanya lebih rentan terhadap virus korona. Apabila perokok terinfeksi virus ini, akan memperberat kondisi tubuhnya.

Dosen Departemen Perilaku, Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM ini menjelaskan untuk berhenti merokok bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan. Sebab, selain telah menjadi kebiasaan, rokok bersifat adiktif. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT