31 May 2020, 04:15 WIB

Menuju Era Kenormalan Baru


MI | Weekend

POLA hidup new normal (normal baru) untuk 'berdamai' dengan pandemi covid-19 akan segera diterapkan. Diharapkan, pola hidup baru ini dapat mempercepat roda perekonomian yang sempat melambat karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ekonomi yang terus merosot jika tidak segera diantisipasi akan berakibat pada krisis ekonomi yang dapat berujung pada krisis sosial ataupun politik.

Untuk menuju normal baru, ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi, semisal tingkat penularan (Rt) harus di bawah 1, kapasitas sistem kesehatan yang mendukung, dan memenuhi target pengetesan 10-12 ribu per hari. Dikabarkan, tahapan new normal ini akan dimulai 1 Juni 2020 secara bertahap di 4 provinsi, DKI Jakarta, Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo, serta 25 kabupaten dan kota di Indonesia, di antaranya Kota Surabaya dan Malang.

Penerapan new normal di daerah tersebut akan dibarengi dengan pengawasan dari tim gabungan TNI-Polri yang berjumlah sekitar 340 ribu personel yang bertugas mendisiplinkan dan mengingatkan masyarakat. Sejumlah protokol kesehatan juga disiapkan agar penerapan pola hidup baru ini tidak menambah lonjakan pasien, semisal tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan tetap menerapkan pola hidup sehat.

Protokol kesehatan itu nantinya diberlakukan di berbagai tempat, di antaranya perkantoran, publik, dan pusat perbelanjaan. Konsep new normal yang dicetuskan WHO ini sudah diterapkan di berbagai negara, seperti Jerman, Australia, dan Singapura. Jerman, misalnya, sudah kembali membuka restoran dan kafe, bahkan telah menggulirkan liga sepak bola meski dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Australia dan Singapura pun sama. Kedua negara sudah kembali membuka sekolah, perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Dengan penerapan pola hidup normal baru yang akan segera dimulai, masyarakat diharapkan segera bersiap menghadapinya dengan tetap mematuhi aturan dan menerapkan pola hidup sehat

BERITA TERKAIT