31 May 2020, 02:55 WIB

Sumba Barat Wilayah Pertama di NTT Terapkan New Normal


Palce Amalo | Nusantara

SUMBA Barat menjadi kabupaten pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang  menerapkan kehidupan normal yang baru (new normal) dalam  menghadapi pandemi covid-19. Bupati Sumba Barat, Agustinus Dapawole mengatakan saat ini aktivitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa, namun ditambah dengan protokol  kesehatan yaitu menjaga jarak aman, mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan dilarang berkerumun.

Begitu juga aktivitas di perkantoran juga berjalan seperti biasa. Bahkan saat daerah lain meliburkan aparatur sipil negara (ASN) karena pandemi korona, pegawai di daerah itu tetap bekerja seperti biasa. "Kita tidak libur, tetap masuk kantor terutama pimpinan organisasi perangkat daerah, sekretaris dan kepala bidang," kata Agustinus Dapawole, Sabtu (30/5).

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengeluarkan imbauan kepada  wilayah yang nihil kasus covid-19, boleh terlebih dahulu menerapkan new normal, tanpa harus menunggu penerapan new normal yang dijadwalkan pada 15 Juni 2020. "Kami mengikuti arahan dari gugus tugas covid-19  nasional dan Gubernur NTT," ujarnya.

Selain tidak ada pasien positif korona di Sumba Barat, daerah itu juga tidak ada pasien dalam pengawasan (PDP) terkait covid-19, kecuali  tercatat tujuh orang tanpa gejala (OTG) dan tiga orang dalam pengawasan (ODP).

Menurutnya, Sumba Barat aman dari kasus positif covid-19 dan PDP juga  berkat pengetatan pengawasan di dua kabupaten perbatasan yang juga nihil kasus covid-19 yakni Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Gugus Tugas Covid-19 dua kabupaten itu melakukan rapid test terhadap warga yang akan melintas untuk memastikan mereka benar-benar tidak terjangkit virus korona.

Di sisi lain, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT Marius Jelamu mengingatkan masyarakat menaati protokol kesehatan saat pemberlakuan new normal di seluruh kabupaten dan kota dua pekan lagi.

"Kuncinya ada pada masyarakat. Kalau masyarakat patuh, penyebaran virus korona bisa diputus," katanya. Untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, Marius minta kabupaten dan kota melakukan kontrol secara ketat. "Kita harapkan gugus tugas kabupaten dan kota memantau setiap aktivitas warganya di era new normal nanti," kata Marius Jelamu.  (R-1)

 

BERITA TERKAIT