31 May 2020, 02:10 WIB

Sudahi Status Darurat, Sumut Siapkan Skenario New Normal


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara tidak memperpanjang status tanggap darurat Covid-19 yang berakhir Jumat (29/5). Setelah status tanggap darurat bencana wabah Covid-19 berakhir, Pemprov Sumut mengarahkan daerahnya memasuki masa transisi.

"Kita mempersiapkan kemungkinan pelaksanaan skenario normal baru atau new normal yang akan diterapkan Pemerintah Pusat," ungkap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Sabtu (30/5).

New normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. "Jadi saya tidak perlu mengeluarkan Surat Edaran lagi. Status tanggap darurat sudah berakhir, selanjutnya kita masuk masa transisi," ujar Gubernur.

Masa transisi ini, katanya, untuk menentukan apakah Sumut akan menerapkan New Normal, Disorder dan Survival. Dan prosesnya bisa memakan waktu satu dua minggu. Dalam waktu itu, Pemprov akan meminta masukan dari berbagai pihak.

Khusus untuk dunia pendidikan, Gubernur Edy belum mengizinkan siswa belajar di sekolah. Harus dipersiapkan terlebih dahulu berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran korona di lingkungan sekolah.

"Saya belum izinkan anak-anak kembali ke sekolah. Untuk mempersiapkan New Normal saya akan mempersiapkan beberapa langkah seperti melakukan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah, melakukan sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru dan pengaturan jam belajar mengajar," jelasnya.

Edy juga mengatakan new normal yang akan diterapkan di Sumut juga akan
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masing-masing daerah di Sumut. "Ketika pemerintah pusat mengatakan akan menerapkan New Normal, maka kita tidak boleh menolaknya. Namun untuk menerapkannya harus ada hal-hal yang diperhatikan untuk menyesuaikannya dengan karakteristik di daerah masing masing," ujar Edy. (R-1)

 

BERITA TERKAIT