30 May 2020, 05:52 WIB

Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim


Fer/X-10 | Politik dan Hukum

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan peran penting pemerintah daerah dalam pencapaian target Perjanjian Paris seperti diamanatkan UU Nomor 16 Tahun 2016 mengenai Perubahan Iklim.

Menteri Siti menegaskan hal itu saat menjadi panelis dalam pertemuan internasional Virtual Ministerial Dialogue with Local and Regional Governments Strengthening Coordination to Implement the Paris Agreement, Kamis (28/5).

Acara diskusi internasional itu diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas sejumlah menteri dan kepala daerah dari berbagai negara, seperti Italia, Malaysia, Rusia, Inggris, dan Tiongkok.

Siti mengatakan Indonesia telah menerapkan kebijakan holistik dan integral dalam mempertahankan dan meningkatkan ketahanan nasional, yang memerlukan pendekatan antardaerah, antarsektoral, dan multidisiplin.

‘’Indonesia juga memiliki kebijakan yang komprehensif mulai pemerintahan tingkat pusat sampai tingkat desa dengan target kerja yang terukur untuk komitmen Perjanjian Paris,’’ kata Menteri Siti kepada wartawan, kemarin.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memainkan peran koordinasi, pemantauan, dan pengawasan dalam implementasi Nationally Determined Contribution (NDC).

Sementara itu, target penurunan emisi Indonesia hingga tahun 2030 sebesar 29% dari bussiness as usual (BAU) dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% dengan bantuan internasional.

Siti juga menyampai, pada 2019, subjek perubahan iklim dan manajemen bencana telah ditetapkan sebagai arus utama dalam rencana pembangunan nasional (RKP) tahunan.

‘’Hal ini menjadikan isu perubahan iklim berada setara dengan isu gender, jaring pengaman sosial, dan pengentasan kemiskinan. Proses untuk meningkatkan keterlibatan kota dan kabupaten, serta pemangku kepentingan nonpartai lainnya sedang berlangsung,’’ lanjut Menteri Siti.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan sinergi antarberbagai pihak, pemerintah tengah mempersiapkan regulasi untuk merealisasikan nilai ekonomi karbon. (Fer/X-10)

BERITA TERKAIT