29 May 2020, 14:46 WIB

Korsel Hanya Bolehkan Sepertiga Siswa Belajar ke Sekolah


Nur Aivanni | Internasional

KOREA Selatan, pada Jumat (29/5), memberlakukan batasan pada jumlah siswa yang bersekolah di dan sekitar Seoul. Itu dilakukan ketika para pejabat berjuang menangani kasus-kasus baru virus korona yang mengancam keberhasilan negara itu dalam mengatasi wabah.

Dikutip dari Channel News Asia, hanya satu dari tiga murid di taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah di wilayah metropolitan Seoul yang akan diizinkan bersekolah secara fisik setiap hari. Sementara yang lainnya, kata pihak berwenang, akan melakukan pembelajaran dari jarak jauh.

Korea Selatan sempat menjadi salah satu negara yang awalnya terdampak akibat wabah di luar Tiongkok daratan. Namun, negara tersebut kemudian tampaknya bisa mengendalikannya dengan adanya program pelacakan, pengujian, dan pengobatan yang dilakukan secara luas meski tidak pernah memberlakukan lockdown.

Aturan jaga jarak sosial dilonggarkan dan negara itu sebagian besar kembali normal hingga pekan ini ketika negara itu memberlakukan kembali beberapa langkah di ibukota dan wilayah sekitarnya menyusul adanya sejumlah kasus baru.

Sekolah telah dibuka kembali secara bertahap dalam proses yang terus berlanjut secara nasional. Pada Kamis (28/5), Korsel melaporkan lonjakan terbesar dari kasus infeksi baru dalam hampir dua bulan, tetapi peningkatan kasus pada Jumat turun menjadi 58, sehingga total kasus menjadi 11.402.

Wabah di gudang perusahaan e-commerce Coupang di Bucheon, Seoul, terdapat total 96 kasus pada Jumat, kata Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan.

"Kami telah memberitahu karyawan Coupang dan anggota keluarga mereka untuk tidak mengunjungi sekolah mana pun," kata Wakil Menteri Pendidikan Park Baeg-beom.

Museum, taman, dan galeri seni ditutup lagi mulai Jumat selama dua minggu. Sementara, perusahaan-perusahaan diminta untuk kembali menerapkan sistem kerja yang fleksibel. (CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT