29 May 2020, 14:05 WIB

Total Anggaran Penanganan Covid-19 di Kalsel jadi Rp2 Triliun


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan meningkatkan anggaran hingga Rp700 miliar untuk menangani wabah virus korona, sehingga totalnya menjadi Rp2 triliun. Dengan anggaran tersebut, Kalsel optimis mampu memerangi pandemi virus korona hingga tiga bulan ke depan sebelum menjalankan kebijakan new normal.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan, agar upaya penanganan penyebaran Covid-19 lebih masif dan maksimal di lapangan maka perlu didukung anggaran yang mencukupi.

"Pemprov Kalsel akan menambah anggaran penanganan virus korona hingga Rp700 miliar. Anggaran ini juga akan ditambah lagi dengan anggaran kabupaten/kota. Jika 13 kabupaten/kota di Kalsel masing-masing meningkatkan anggaran menjadi Rp100 miliar, maka total anggaran penanganan virus korona menjadi Rp2 triliun," ungkap Abdul Haris yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel ini, Jumat (29/5).

Menurut Abdul Haris pihaknya optimis mampu mengatasi pandemi virus korona hingga tiga bulan ke depan. "Target kita pada Agustus nanti pandemi virus korona sudah dapat dikendalikan dan Kalsel siap menjalankan kebijakan new normal," ujarnya.

Saat ini anggaran penanganan virus korona yang sudah ditetapkan provinsi dan 13 kabupaten/kota di Kalsel sebesar Rp414 miliar. Pemprov Kalsel menganggarkan dana penanganan virus korona dari APBD 2020 sebesar Rp116,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk penanganan bidang kesehatan Rp86,6 miliar, penanganan dampak ekonomi Rp20 miliar dan penyediaan social safety net Rp10 miliar.

Sedangkan pemerintah 13 kabupaten/kota di Kalsel telah menganggarkan dana mencapai Rp297,36 miliar. Dana penanganan virus korona terbesar dianggarkan Kota Banjarmasin yaitu Rp51,58 miliar disusul Kabupaten Tanah Laut Rp44,81 miliar dan anggaran terkecil Kabupaten Hulu Sungai Utara Rp5 miliar.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang disebut kebijakan new normal. Namun pihaknya juga akan tetap melakukan upaya memerangi pandemi virus korona di seluruh wilayah Kalsel.

Saat ini tim gugus tugas terus melakukan aksi penelusuran (tracking dan tracing) serta rapid test di kabupaten/kota. Demikian juga dengan keberadaan Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang bertugas memberikan sosialisasi hingga ke pelosok daerah masih terus bekerja. (OL-13)

Baca Juga: Jawa Tengah Belum akan Membuka Destinasi Wisata

BERITA TERKAIT