29 May 2020, 10:40 WIB

AS dan Negara Sekutu Kecam UU Keamanan Hong Kong


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat, Inggris, Australia dan Kanada mengecam atas Undang-Undang Keamanan nasional Hong Kong yang baru yang telah disahkan oleh parlemen Tiongkok pada Kamis (28/5).

Dikutip dari BBC, negara-negara tersebut mengatakan bahwa komunitas internasional memiliki kepentingan yang signifikan dan sudah lama ada dalam kemakmuran dan stabilitas Hong Kong.

Baca juga: AS Sepakati Penjualan 84 Rudal Patriot ke Kuwait

Langkah Tiongkok untuk memberlakukan undang-undang baru selama pandemi global, kata negara-negara itu, berisiko merusak kepercayaan pada pemerintah dan kerjasama internasional.

Tiongkok telah menolak kritik asing. Undang-Undang Keamanan tersebut telah memicu gelombang baru protes anti-daratan di Hong Kong.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa perkembangan yang ada di Hong Kong tersebut berarti tidak bisa lagi dianggap memiliki 'tingkat otonomi yang tinggi' dari Tiongkok daratan.

Itu bisa menyebabkan Hong Kong diperlakukan sama seperti Tiongkok daratan di bawah hukum AS, yang akan berimplikasi besar bagi status pusat perdagangannya.

Pada Kamis, Inggris mengatakan bahwa hak visa untuk 300.000 pemegang paspor Nasional Inggris (Luar Negeri) di Hong Kong akan diperluas menjadi 'jalur menuju kewarganegaraan (Inggris) di masa depan' jika Tiongkok tidak menangguhkan rencana undang-undang keamanannya.

Negara sekutu juga mengatakan mereka 'sangat prihatin' bahwa undang-undang baru akan memperdalam perpecahan di Hong Kong, yang telah menyaksikan gelombang protes dan bentrokan berulang-ulang atas hubungan wilayah tersebut dengan Tiongkok daratan.

"Membangun kembali kepercayaan di seluruh masyarakat Hong Kong dengan memungkinkan orang-orang Hong Kong untuk menikmati hak dan kebebasan yang dijanjikan bisa menjadi satu-satunya jalan kembali dari ketegangan dan keresahan yang telah dilihat wilayah itu selama setahun terakhir," kata pernyataan tersebut.

Baca juga: Spanyol akan Buka Sektor Pariwisata Secara Bertahap

AS dan negara sekutu mendesak Tiongkok untuk bekerja dengan pemerintah dan masyarakat Hong Kong untuk menemukan jalan keluar yang bisa diterima bersama.

Di sisi lain, Jepang mengatakan bahwa Hong Kong adalah 'mitra yang sangat penting' dan demokrasi serta stabilitas di sana harus dijaga. (BBC/OL-6)

BERITA TERKAIT