29 May 2020, 09:24 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Korsel Berlakukan Lagi Sejumlah Pembatasan


Basuki Eka Purnama | Internasional

KOREA Selatan (Korsel) sukses menjadi perhatian dunia karena intervensi cepat pemerintah membuat angka kematian akibat covid-19 di negara itu relatif rendah.

Namun, Kamis (28/5), Korsel melaporkan loncatan dalam kasus covid-19, tertinggi dalam tempo lebih dari 50 hari.

Otoritas keehatan Korel memperingatkan bahwa penyebaran covid-19 kali ini semakin sulit dilacak yang membuat raihan positif yang selama ini dicapai menjadi sia-sia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengatakan 67 dari 79 kasus baru yang ditemukan di Korsel berasal dari Seoul, tempat separuh dari 51 juta penduduk Korsel tinggal.

Baca juga: Sekitar 50 Pemimpin Dunia Serukan Kerja Sama Pascapandemi

Hingga kini, sebanyak 11.344 kasus covid-19 telah dilaporkan di Korsel sejak awal pandemi dengan 269 orang meninggal dunia.

Akibat loncakan itu, pemerintah menggelar rapat darurat dan memutuskan menutup semua fasilitas publik seperti taman, museum, dan bioskop di Seoul selama dua pekan ke depan untuk menekan angka penyebaran covid-19.

Pemerintah juga meminta tempat les privat dan gaming center untuk ditutup atau memberlakukan aturan keehatan yang ketat.

"Dua pekan dari sekarang akan sangat penting dalam menahan penyebaran covid-19," ujar Menteri Kesehatan Korsel Park Neung-hoo yang meminta warga di Seoul untuk tidak menggelar pertemuan dengan banyak orang dan meminta perusahaan untuk memastikan karyawan yang sakit tidak datang ke kantor.

Sedikitnya 82 kasus covid-19 dipastikan terkait pekerja di gudang milik perusahaan e-commerce Coupang. Saat ini lebih dari 4 ribu pekerja dan pengunjung gudang itu telah dites covid-19.

Ratusan kasus infeksi lainnya terkait dengan klub malam dan lokasi hiburan lain yang dikunjungi banyak orang pada awal Mei setelah pemeritah melonggarkan pembatasan. (euronews/OL-1)

 

BERITA TERKAIT