29 May 2020, 00:35 WIB

Pembinaan Butuh Protokol


MI | Olahraga

PEMERINTAH perlu menyusun tahapan protokol kegiatan olahraga nasional dalam menghadapi tatanan normal baru atau new normal sebagai acuan pembinaan atlet saat pandemi covid-19.

Pengamat olahraga Djoko Pekik Irianto saat dihubungi Media Indonesia, kemarin, mengatakan ada tiga bidang keolahragaan yang perlu diperhatikan, yakni olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi.

Pada tahap pertama atau bidang olahraga pendidikan, dalam hal ini di sekolah, siswa hanya diperbolehkan melakukan aktivitas fisik di rumah. Di bidang olahraga rekreasi, masyarakat juga diharapkan berolahraga di rumah untuk kebugaran.

“Termasuk untuk olahraga prestasi, atlet latihan mandiri di rumah dengan pantauan long distance (jarak jauh) oleh para pelatih,” kata Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI) itu. 

Tahap kedua, Djoko menilai ketiga bidang olahraga itu bisa melakukan aktivitas di luar rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Khusus olahraga prestasi, cabang olahraha beregu, seperti permainan dan bela diri yang ada kontak badan, harus dikontrol ketat. Pada tahap ini, atlet belum boleh melakukan pertandingan, baik level daerah, nasional, maupun internasional, termasuk belum boleh melakukan tray out maupun training camp,” jelasnya.

Pada tahap ketiga, Djoko menjelaskan bahwa dalam olahraga pendidikan, siswa bisa beraktivitas fisik normal di kelas tanpa physical distancing, tanpa masker, tetapi tetap mencuci tangan.

Di olah raga rekreasi, masyarakat dengan suhu tubuh nor mal boleh melakukan olah raga tanpa masker, tanpa physical distancing, tapi tetap membiasakan cuci tangan. Di olahraga prestasi, atlet diperbolehkan latihan bersama di lapangan. Meski tidak perlu memakai masker, tetap disiplin mencuci tangan.

“Pada tahap ini, atlet boleh masuk puslatda atau pelatnas melakukan pertandingan,” kata Djoko. (Mal/R-2)

 

BERITA TERKAIT