28 May 2020, 20:25 WIB

Anies Harus Koordinasi dengan Kota Penyangga untuk Cegat Pemudik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani melihat Gubernur Anies Baswedan sibuk sendiri membatasi pergerakan warga yang keluar masuk Jabodetabek. Dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk berkoordinasi dengan daerah penyangga lain.

"Koordinasi Pemprov dan daerah sekitar perlu Pak Anies buat. Misalnya sama Wali Kota Bogor atau Tangsel. Kan tidak bisa DKI Jakarta yang kendalikan sendiri semuanya. Jadi, harus berlapis begitu dan seirama," ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (28/5).

Adanya pemberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), kata Zita, gunanya untuk menekan angka penyebaran covid-19. Bukan untuk mempersulit keluar masuk Jakarta. Adanya koordinasi yang benar bisa mengantisipasi warga untuk tidak pergi mudik atau membuat SIKM agar tidak diperintahkan putar balik.

"Orang kerja di DKI habis mudik, menginap di Tangsel. Bisa saja. Saya belum dengar ada MoU dengan daerah sekitar. Di sini ujian Pak Anies jadi Gubernur. Saya yakin beliau mampu mengajak daerah sekitar seirama," imbuh Zita.

Baca juga: Mulai Besok, Pemkot Bogor Perbolehkan Ibadah di Masjid

Lebih lanjut, Politisi PAN itu menilai pengawasan oleh TNI-Polri di titik pemeriksaan atau check point harus dioptimalkan. Menurut Zita, meski sudah ada larangan mudik atau ada pemberlakuan SIKM, tetap saja banyak warga yang nekat keluar masuk Jakarta.

"Pemprov harus siap terjadi lonjakan yang besar. Sempurnakan sistem perizinan SIKM di website-nya. Jangan sampai akses sulit atau error, sehingga menyebabkan mereka tidak bisa ke Jakarta karena kesalahan sistem," tukas Zita.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan sebanyak 6.364 kendaraan diminta putar balik karena tidak SIKM. Menurutnya, banyak warga yang beralasan macam-macam untuk bisa lolos masuk ke Jakarta.

"6.364 itu dari mobil atau kendaraan roda dua, kita putar balik. Ada yang beralasan mereka kerja di Karawang ingin pulang ke rumah, tapi tujuannya ke Jakarta. Kita putar balik," kata Syafrin dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, siang tadi. (OL-14)

BERITA TERKAIT