28 May 2020, 01:45 WIB

Amerika Latin Jadi Pusat Baru Pandemi Global


Nur Aivanni | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa Benua Amerika menjadi pusat baru pandemi global. Pernyataan itu menyusul dirilisnya studi terkait perkiraan lonjakan kematian di negara-negara Amerika Latin hingga Agustus mendatang.

“Sekarang bukan saatnya bagi negara-negara untuk melonggarkan pembatasan,” kata Carissa Etienne, Direktur WHO untuk Amerika yang juga Kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika, Rabu (27/5).

Benua Amerika telah mencatatkan lebih dari 2,5 juta kasus virus korona baru (covid-19) dengan kematian melampaui 150.000 jiwa. Untuk kawasan Amerika Utara, kasus tercatat sebesar 1.930.376 dengan 116.676 kematian. Adapun untuk kawasan Amerika Selatan sebesar
686.365 dengan kematian 33.981 jiwa.

Kasus harian di Amerika Latin telah melampaui Benua Eropa. “Wilayah kami telah menjadi pusat pandemi covid-19,” kata Etienne.

Percepatan wabah terjadi di Peru, Cile, El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua. Sebuah penelitian Universitas Washington memperingatkan bahwa jumlah total kematian di Brasil bisa naik lima kali lipat menjadi 125.000 pada awal Agustus.

Prediksi dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Universitas Washington datang dengan seruan untuk lockdown, tetapi ditentang Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Berdasarkan perkiraan statistik, kematian di Peru diperkirakan mencapai 20 ribu pada Agustus. Pada kurun waktu sama, di Cile dapat terjadi 12 ribu kematian, Meksiko 7.000, Ekuador 6.000, Argentina 5.500, dan Kolombia 4.500 jiwa.

Negara di kawasan yang relatif baik menangani pandemi covid-19 ialah Kuba. Kuba diperkirakan bisa menghadapi kematian 82 orang pada Agustus.


Brasil tertinggi

Brasil melaporkan jumlah kematian harian tertinggi karena covid-19 di dunia pada Selasa (26/5) dengan 1.039 orang meninggal. Itu merupakan hari kelima berturutturut negara tersebut berada di puncak daftar.

Negara terbesar di Amerika Latin itu telah menyaksikan lonjakan korban jiwa hariannya melebihi Amerika Serikat sebagai negara yang paling terpukul sejauh ini. AS mencatat korban meninggal sebanyak 657 dalam 24 jam terakhir. Itu adalah hari ketiga berturut-turut dengan
catatan angka kematian di bawah 700. Dengan begitu, jumlah korban meninggal di AS menjadi 98.875 orang.

Kematian harian di Brasil yang telah melewati angka 1.000 telah terjadi empat kali sejak pandemi melaju di negara itu seminggu yang lalu. Brasil sekarang telah mengonfi rmasi total ada 24.512 kematian.

Dengan populasi sebanyak 210 juta orang, Brasil telah mencatat 391.222 infeksi, urutan kedua dalam hal jumlah kasus covid-19 setelah AS. AS mencatat 1,68 juta kasus infeksi korona. Sementara itu, Wakil Menteri Negara Inggris untuk Skotlandia Douglas Ross mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (26/5).

Keputusan itu diambil sebagai sikap kecewa karena PM Inggris Boris Johnson tak memecat Dominic Cummings, penasihat utama Perdana Menteri Inggris, yang melanggar aturan lockdown. Di sisi lain, Kanselir Jerman Angela Merkel akan memperpanjang aturan jaga jarak sosial yang bertujuan menahan penyebaran wabah virus korona hingga 29 Juni. (The Guardian/France24/I-1)

BERITA TERKAIT