27 May 2020, 20:58 WIB

Retail dan Logistik Punya Potensi Tumbuh di Tengah Pandemi Korona


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DALAM kondisi pandemi covid-19, beberapa sektor usaha memang tengah mengalami keterpurukan. Bahkan, ada beberapa yang memutuskan untuk gulung tikar dan tak sanggup untuk memulai kembali usaha mereka.

Meskipun demikian, pemerintah mencoba untuk menanggulangi dampak tersebut dengan melakukan kebijakan restrukturisasi kredit untuk nasabah perbankan yang tentunya sesuai dengan kebijakan bank masing-masing.

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja menilai dalam kondisi saat ini beberapa sektor usaha memiliki potensi tumbuh dengan adanya restrukturisasi kredit.

"Kita lihat misalnya retail dan logistik relatif oke ya. Kebutuhan mereka untuk operasional tambahan dan investasi itu cukup kuat, tapi mereka sulit mengembalikan pinjaman di bank. Karena ada bank lain yang perketat kreditnya jadi nasabahnya lari padahal mereka berpotensi cukup besar," ungkapnya dalam video conference, Rabu (27/5).

Lebih lanjut, Jahja menambahkan untuk toko retail yang berpotensi tentunya merupakan toko yang besar dan mampu menjual barang dengan murah juga menyeediakan bahan yang dibutuhkan pada saat pandemi covid-19.

Baca juga : Bank Royal Berganti Nama jadi Bank Digital BCA

Menurutnya tidak semua toko retail dapat tumbuh dalam kondisi seperti ini, hanya beberapa sektor yang menyediakan kebutuhan tertentu saja yang tumbuh.

"Retail store nggak semuanya laku, makanya untuk kebutuhan kesehatan memang berkembang, tapi retail kecil kena peraturan social distancing jadi ga semua bisa dapat," sambungnya.

Selain itu, menurut Jahja, sektor farmasi juga saat ini tumbuh positif. Namun pertumbuhan tersebut tidak merata.

"Ada juga yang susah dapat bahan baku. Dari Tiongkok misalnya mereka nggak bisa dapat bahan makanya harus Amerika atau Eropa jadi bahan baku sulit," pungkas Jahja.

"Logistik juga menjanjikan, tapi mereka juga harus ada tetap ada operasional cost. Tentu kita juga lihat nasabah satu-satu. Mana yang berpotensi untuk tumbuh san juga tidak," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT