27 May 2020, 20:50 WIB

Petani Gagal Panen karena Sawah Terendam Banjir


Alexander P. Taum | Nusantara

Ratusan hektare lahan sawah milik petani di Desa Tonggurambang dan di beberapa desa di kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, NTT terendam banjir.

Banjir terjadi akibat luapan air dari saluran pembuangan (SP) yang dangkal dan sempit serta beberapa saluran tersier yang sempit. Selain areal persawahan, permukiman warga juga terendam banjir.

"Banjir ini akibat luapan dari SP yang meluap, sehingga merendam padi yang siap dipanen dan merusak jalan serta rumah warga," ujar Asdar Yunus, petani, Rabu (27/5).

Seorang petani lainnya, Haryanto juga mengalami nasib yang sama. "Padi saya baru dipanen kemarin, tapi semua terbawa arus banjir. Padahal padi itu adalah harapan kami untuk memenuhi kebutuhan pangan kami. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu kami," ujarnya.

Baca juga: Belum Siap, Kondisi Normal Baru di DIY Paling Cepat Juli

Bupati Nagekeo Don Bosco Do langsung memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Gusti Pone untuk mengeruk deker yang sempit, sehingga bisa mengurangi banjir.

Dia juga meminta Kades Tonggurambang untuk segera membuat laporan ke bupati terkait penanganan banjir yang terjadi dengan mendata semua lokasi yang terkena banjir agar bisa segera ditangani.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Clementiana Dawo langsung berkordinasi dengan petugas penjaga pintu air bendungan Sutami untuk mengurangi debit air dari bendungan Sutami.

Dawo menuturkan pihaknya siap membantu petani. "Padi di lumbung yang terendam banjir bisa dikeringkan dengan alat pengering padi milik dinas pertanian di desa Aeramo. Para petani bisa menghubungi dinas pertanian melalui ponsel atau lewat petugas dinas pertanian yang ada di lapangan untuk mendapatkan bantuan dari dinas pertanian," jelasnya. (OL-14).

BERITA TERKAIT