27 May 2020, 17:24 WIB

Ketika Pasar Malam di Jepang Bersiap di Era Virus Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

Pasar malam di Jepang perlahan-lahan dibuka kembali. Bersamaan dengan itu, beberapa operator taman bermain telah merilis pedoman tentang cara beroperasi yang aman di tengah ancaman virus covid-19.

Satu dati beberapa rekomendasinya adalah para pengunjung diminta untuk mengenakan masker setiap saat dan menahan diri untuk tidak berteriak saat bermain rollercoaster dan wahana lainnya.

'Hantu' yang bersembunyi di rumah hantu juga harus menjaga jarak yang aman dari 'korban' mereka, bunyi pedoman tersebut.

Tak hanya itu, staf taman bermain, termasuk mereka yang berpakaian boneka binatang dan pahlawan super, tidak boleh berjabat tangan. Selain itu, mereka juga dilarang melakukan high-five (tos) dengan penggemar mereka dan tetap melakukan jaga jarak.

Lalu, pahlawan super yang terlibat aksi dalam pertarungan dengan penjahat juga harus menghindari pemberian dukungan dari para penonton. Itu dilakukan untuk mencegah para penonton berteriak saat menonton pertunjukan tersebut.

Atraksi virtual reality juga tidak boleh beroperasi kecuali kacamata khusus yang digunakan bisa sepenuhnya dibersihkan, kata pedoman tersebut.

Selain itu, para penjual juga akan diminta untuk tidak mengeluarkan mainan atau sampel makanan bagi anak-anak yang memungkinkan mereka untuk menyentuh, bermain, atau memakannya.

Baca juga: 47 Perawat Asal Indonesia di Kuwait Terinfeksi Covid-19

"Pedoman tersebut tidak akan membuat infeksi menjadi nol, tetapi akan mengurangi risiko infeksi," kata operator taman bermain.

Para operator juga berjanji untuk terus mempelajari cara untuk menurunkan risiko penularan covid-19.

Taman bermain yang paling terkenal di Jepang, Tokyo Disneyland dan Universal Studios Japan di Osaka, tetap ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Pada Senin (25/5) lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mencabut status keadaan darurat nasional setelah melihat penurunan yang tajam dalam jumlah kasus covid-19 di Jepang.

Masyarakat dan perusahaan diminta untuk beradaptasi dengan 'normal baru' di era virus covid-19. Jadi, warga harus mengenakan masker dan menjaga jarak saat di area publik. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT