27 May 2020, 16:53 WIB

Ganja Diujicoba untuk Pengobatan pada Bayi di Inggris


Fathurrozak | Weekend

PERCOBAAN pengobatan berbasis ganja pertama kali di dunia diujikan pada bayi di Inggris. Para peneliti mengatakan itu merupakan langkah pertama dalam perawatan yang digunakan untuk membantu bayi yang baru lahir yang berisiko kejang dan cedera otak.

Dalam beberapa jam setelah kelahirannya dalam operasi caesar darurat, Oscar Parodi menjadi bayi pertama di dunia yang bergabung dengan uji coba pengobatan tersebut di Unit Perawatan Intensif Neonatal (Nicu) di Rumah Sakit Universitas Norfolk dan Norwich.

Para peneliti sedang menyelidiki apakah obat yang berasal dari ganja tersebut dapat mengurangi tingkat cedera otak untuk bayi dengan ensefalopati hipoksik-iskemik neonatal (HIE), yang disebabkan oleh kurangnya oksigen atau aliran darah ke bayi dari plasenta.

“Ini adalah pertama kalinya obat yang berasal dari ganja diuji secara intravena pada bayi manusia. Diharapkan bahwa ini akan berguna untuk mencegah kejang dan melindungi otak bayi yang baru lahir dengan HIE,” kata konsultan neonatologis rumah sakit Profesor Paul Clarke dikutip dari The Independent.

Sejauh ini ada dua bayi yang telah terdaftar dalam uji coba acak. Mereka akan terus menerima pengobatan hipotermia standar untuk HIE, saat tubuh mereka didinginkan hingga suhu 33,5°C sambil menerima dosis tunggal obat, atau plasebo. Para peneliti kemudian akan melakukan tes untuk mengukur kadar obat dalam darah.

Oscar, yang melalui operasi cesar darurat pada 11 Maret, tiba-tiba lahir dalam kondisi yang buruk dan dipindahkan ke Nicu, ia ditempatkan pada terapi pendingin selama 72 jam.

“Saya diajak berbicara setelah kelahiran, mengenai ikut ambil bagian dalam penelitian ini, dan saya berkonsultasi dengan ibu dan saudara laki-laki saya yang dilatih untuk menjadi paramedis. Itu sulit tetapi saya ingin melakukan semua yang saya bisa untuk membantu bayi laki-laki saya,” cerita ibu sang bayi Chelsea Parodi.

Oscar berada di rumah sakit selama sembilan hari dan dia dipantau 24 jam. Dia melakukannya dengan sangat baik dan saya benar-benar berterima kasih kepada Dr Clarke dan tim atas apa yang telah mereka lakukan untuk kami,” sambung Chelsea.

"Seperti halnya penelitian obat baru, mungkin ada efek samping yang tak terduga dan risiko yang tidak diketahui. Mengingat hal ini, percobaan telah dirancang dengan hati-hati untuk membuatnya seaman mungkin dan kami hanya memberi dosis sangat kecil di awal pada bayi. Kami memantau mereka bahkan lebih dekat dari biasanya,” terang Profesor Clarke. (M-4)

BERITA TERKAIT