27 May 2020, 16:30 WIB

Tarif Angkutan Darat Kemungkinan akan Naik karena New Normal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Kementerian Perhubungan tengah mempertimbangkan untuk menaikkan tarif tiket pesawat dan kereta api untuk beradaptasi dengan 'new normal' usai pandemi covid-19.

Karena harus beradaptasi dengan adanya wabah, maka berbagai angkutan transportasi harus juga menerapkan physical distancing dengan mengurangi kapasitas penumpang hingga 50%. Hal ini diprediksi akan turut membuat tiket angkutan umum meroket.

Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sigit Irfansyah tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan tarif angkutan trasnportasi darat.

"Iya, saat ini kita sedang membahas hal tersebut apakah bisa dilakukan dan bagaimana hitung-hitungannya," ungkap Sigit dalam konferensi pers daring Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bertema 'Arus Balik Mudik Lebaran di Masa Pandemik Covid-19' siang ini.

Baca juga: Akses Masuk Situs corona.jakarta.go.id Dikeluhkan

Sigit belum dapat memastikan kapan pembahasan selesai karena penghitungan matang juga akan melibatkan pengusaha dan para ahli. Namun, ia menegaskan angkutan-angkutan transportasi harus siap menghadapi 'new normal'.

Seperti angkutan darat, ia pun ingin agar dalam proses pembelian tiket seminim mungkin adanya proses tatap muka. Sigit menghendaki agar dalam transportasi darat, transaksi tunai mulai dikedepankan.

"Untuk rute antar kota antar povinsi (AKAP) mungkin bisa, tapi untuk rute dalam kota ini yang agak sulit, khususnya angkutan perkotaan," tukas Sigit, Rabu (27/5).

Oleh karena itu, persiapan 'new normal' ini harus dilakukan dengan matang dan sosialisasi yang menyeluruh terhadap seluruh perangkat yang terlibat di dalamnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT