27 May 2020, 00:55 WIB

Kualitas Udara Ibu Kota Membaik


MI | Megapolitan

LIBUR Idul Fitri berdampak positif bagi kualitas udara Ibu Kota. Udara Jakarta mulai membaik selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ketika memasuk i libur Hari Raya, kualitas udara semakin baik lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih memaparkan pada hari Idul Fitri 2020, Minggu (24/5), konsentrasi PM2,5 menunjukkan angka penurunan di semua lokasi jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Secara keseluruhan rata-rata PM2,5 sebelum dan saat Idul Fitri memenuhi baku mutu PM2,5 (<65 ug/m3).

Ia memaparkan konsentrasi CO menjelang dan saat Idul Fitri 2020 menunjukkan angka relatif kecil karena sumber utama CO dari sektor transportasi sudah berkurang sejak penerapan PSBB. Hal itu membuat konsentrasi CO sangat rendah dan memenuhi baku mutu (<9 ug/m3).

Andono mengungkapkan, selama 5 tahun terakhir menjelang Idul Fitri dan libur Lebaran kecenderungan udara menunjukkan penurunan konsentrasi polutan untuk parameter PM2,5, CO, NO2, SO2, dan O3. Namun, tahun ini penurunan konsentrasi pencemar udara makin tinggi. “Disimpulkan, kualitas udara Lebaran 2020 paling baik ketimbang Lebaran 5 tahun ke belakang,” papar Andono, Senin (25/5). 

Menyinggung soal sampah Lebaran 2020, Andono menyatakan yang dikirim ke TPST Bantar Gebang menurun. Tepat pada hari pertama Lebaran, sampah yang dikirim hanya 2.195 ton sebanyak 432 rit truk sampah. Sementara itu, pada H-1, total sampah mencapai 6.995 ton dengan 1.299 rit truk sampah. Pengalaman empiris beberapa tahun sebelumnya, tonase sampah menurun saat pra dan pasca-Lebaran. Namun, tahun ini terjadi sedikit perubahan pola karena ada larangan melakukan mudik sehingga warga Ibu Kota relatif tidak berkurang.

Berdasarkan data 2019, pada H-1 tonase sampah mencapai 7.145 ton diangkut 1.321 rit truk dan sampah turun drastis pada hari H dengan tonase 1.959 ton melibatkan 376 rit. Andono memperkirakan sampah kembali normal pada hari ini karena tukang-tukang gerobak RT/RW kembali bertugas.

“Dinas Lingkungan Hidup DKI sudah melakukan antisipasi kemungkinan peningkatan tonase sampah,” sebutnya. (Put/J-2)

BERITA TERKAIT