26 May 2020, 13:22 WIB

PSBB Ketiga Perkuat Desa Sebagai Ujung Tombak Putus Korona


Heri Susetyo | Nusantara

PENERAPAN  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga yang dilakukan pada 26 Mei hingga 8 Juni mendatang di Kabupaten Sidoarjo akan difokuskan pada penguatan desa. Desa akan dijadikan ujung tambak untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Peran kepala desa, lurah, terutama RT/RW akan dioptimalkan untuk memfilter orang luar yang masuk ke desa. Perangkat desa juga harus lebih memperhatikan orang di usia 50 tahun yang mempunyai penyakit bawaan agar tidak terjangkit covid-19. Selain itu juga bisa memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak jenuh dengan pemberlakuan PSBB tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji menjelaskan, upaya memperkuat ujung tombak di desa-desa ini dilakukan melalui Posko Covid-19 dan Posko Kampung Tangguh. Keberadaan posko-posko tersebut akan berperan aktif membantu pemerintah dalam mengedukasi warga tentang bahaya covid-19. Sehingga apa yang selama ini sudah ada dalam PSBB sebelumnya, akan diperkuat dengan adanya posko kampung tangguh.

Menurut Sumardji, di dalam program tersebut, desa-desa sudah mempunyai SOP atau protokol kesehatan dalam penanganan covid-19 di wilayahnya. Termasuk di antaranya penyediaan ruang isolasi bagi warga yang terjangkit.

"Pada PSBB ketiga akan fokus ke desa-desa dan perkampungan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Melalui optimalisasi peran Posko Covid-19 dan Kampung Tangguh sebagai ujung tombak, agar dapat langsung mengawasi warga di desa," kata Sumardji, Selasa (26/5).

baca juga: Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19

Lebih lanjut Sumardji menambahkan, di Kabupaten Sidoarjo ada beberapa kecamatan zona merah yang akan menjadi perhatian khusus. Di wilayah zona merah akan dilakukan pemeriksaan dan pengawasan lebih ketat dan maksimal.“Kecamatan yang akan lebih diperkuat dengan adanya kampung tangguh, seperti Kecamatan Waru, Taman, Sidoarjo Kota dan menyusul adalah Jabon. 

"Semoga berjalannya nanti dapat segera memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata Sumardji. (OL-3)

BERITA TERKAIT