26 May 2020, 13:05 WIB

Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19


Denny Susanto | Nusantara

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Provinsi Kalimantan Selatan melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penanganan virus korona di 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan masih ada sejumlah daerah yang belum maksimal dalam penanganan pandemi virus korona. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (26/5) di sela-sela rapat koordinasi dan evaluasi PSBB dan penanganan Covid -19 bersama Gugus Tugas Kota Banjarmasin. 

"Kita melakukan roadshow untuk evaluasi pelaksanaan PSBB dan penanganan virus korona di kabupaten/kota dimana hasilnya kita temukan ada sejumlah daerah yang belum maksimal dalam penanganan pandemi," tuturnya. 

Bahkan salah satu kabupaten yaitu Hulu Sungai Utara dinilai paling buruk dalam penanganan pandemi virus korona, sehingga bupati bersangkutan Abdul Wahid selaku ketua gugus tugas kabupaten akan dipanggil guna mengklarifikasi hal tersebut. Seperti diketahui Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam laporannya merupakan daerah paling sedikit ditemukan kasus positif virus korona yaitu empat orang. 

Lebih jauh dikatakan Hanif beberapa kabupaten juga perlu ditingkatkan kinerja seperti Hulu Sungai Tengah dan Balangan. Disisi lain pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkab Tabalong yang berhasil menekan angka penyebaran virus korona secara terukur dan masuk kategori zona hijau. Gugus Tugas Provinsi Kalsel juga memberikan dukungan bagi semua kabupaten/kota dalam upaya penanganan penyebaran virus korona. 

Sementara hasil evaluasi penerapan kebijakan PSBB di empat wilayah yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala dinilai belum efektif bahkan angka penyebaran virus korona terus meningkat. Namun kebijakan PSBB dinilai masih perlu diperpanjang sebagai payung hukum dalam menerapkan kebijakan bersifat menekan kepada masyarakat yang mayoritas masih abai dengan protokol kesehatan. 

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan pihaknya menargetkan dalam tiga bulan ke depan pandemi virus korona di Kalsel sudah dapat dikendalikan. 

"Dengan penelusuran yang masif oleh petugas survelen di lapangan maka pada Juni kita harapkan pendataan warga positif terpapar virus sudah selesai dan Agustus pandemi sudah bisa kita kendalikan," ujarnya. 

baca juga: Tasikmalaya Lewati Masa Puncak Covid-19

Terkait hal ini gugus tugas provinsi akan semakin memasifkan kegiatan rapid test dan swap, penambahan alat PCR dan petugas kesehatan hingga tingkat Puskesmas. Sementara untuk recovery pandemi pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas penanganan kasus positif virus korona maupun karantina khusus bagi OTG. Hingga kini sudah 603 orang warga Kalsel positif terpapar virus korona. Sebanyak 460 orang kini dirawat di berbagai rumah sakit dan karantina khusus. Tercatat 80 orang berhasil disembuhkan dan 63 orang meninggal dunia. Kasus positif korona terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin yaitu sebanyak 223 kasus dan 55 orang meninggal. (OL-3)

BERITA TERKAIT