26 May 2020, 11:34 WIB

Anies Sebut New Normal di DKI Tergantung Kedisiplinan Warga


Dhika Kusuma Winata | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut sisa masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 4 Juni mendatang akan menjadi penentu terkait dimulainya kehidupan normal baru (new normal).

Jika kedisiplinan masyarakat tinggi, ucap Anies, PSBB bisa diakhiri dan kehidupan normal baru diterapkan. Sebaliknya, jika kedisiplinan protokol kesehatan rendah, PSBB bisa terus diperpanjang.

"Bila seluruh masyarakat memilih taat, PSBB bisa berakhir. Tapi, bila masyarakat memilih tidak taat, terpaksa PSBB diperpanjang. Sesudah itu kita akan sampaikan protokol-protokol khusus wilayah DKI Jakarta karena setiap wilayah punya karakternya yang berbeda," ucap Anies usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan protokol kesehatan di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/5) pagi.

Baca juga: Anies Siapkan Protokol New Normal

Pagi tadi, Presiden Jokowi meninjau kesiapan stasiun MRT dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jokowi mengecek langsung protokol kesehatan yang diberlakukan antara lain pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan pengaturan jaga jarak di area peron.

Selain Anies Baswedan, turut hadir mendampingi Jokowi dalam peninjauan antara lain Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Aziz.

Gubernur Anies mengatakan Presiden menekankan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan PSBB. Hari-hari menjelang berakhirnya perpanjangan PSBB di DKI pada pekan depan yakni 4 Juni akan sangat menentukan terkait rencana penerapan new normal. Anies menyatakan hasil perkembangannya akan bisa terlihat pekan ini.

"Apakah ini PSBB penghabisan atau diperpanjang sangat tergantung pada angka-angka epidemologi yang ada. Saat ini para ahli memantau terus, akhir pekan ini kita akan punya informasinya," ucap Anies.

"Jadi yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak sebenarnya bukan pemerintah, bukan para ahli. Yang menentukan adalah perilaku seluruh masyarakat," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT