26 May 2020, 09:46 WIB

Inggris akan Izinkan Toko Dibuka Kembali pada 15 Juni


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (25/5), mengatakan Inggris bisa membuka kembali semua toko ritel nonesensial pada 15 Juni. Namun, itu akan tergantung pada kemajuan dalam melawan virus korona.

"Pada 15 Juni, kami bermaksud mengizinkan semua ritel yang tidak penting, mulai dari department store hingga toko-toko kecil, untuk dibuka kembali," kata Johnson, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (26/5).

Korban meninggal akibat virus korona di Inggris sebanyak 36.914. Angka kematian tersebut adalah yang tertinggi di Eropa.

Baca juga: Pesta Berlanjut Saat Klub Malam di Islandia Dibuka Kembali

Tetapi, jumlah kematian dan infeksi baru telah turun tajam dari puncaknya. Negara itu akan membuka kembali pasar serta sekolah-sekolah untuk anak-anak yang lebih muda pada 1 Juni. Sementara, bagi anak-anak lainnya pada 15 Juni.

"Karena kemajuan yang kami buat, saya bisa, dengan keyakinan, memberi tahu orang-orang Inggris tentang perubahan yang ingin kami perkenalkan saat kami pindah ke langkah kedua," kata Johnson.

Dikutip dari BBC, pedagang harus mematuhi pedoman baru untuk melindungi para pembeli dan pekerja.

Pedoman baru, kata Johnson, telah diterbitkan untuk sektor ritel yang merinci langkah-langkah yang harus mereka ambil untuk memenuhi standar jaga jarak sosial dan kebersihan.

"Toko-toko sekarang punya waktu untuk menerapkan panduan ini sebelum dibuka kembali," katanya. "Ini akan memastikan tidak ada keraguan terkait langkah apa yang harus mereka ambil," tambahnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT