24 May 2020, 20:36 WIB

Seluruh Puskesmas di Kota Tasikmalaya kembali Dibuka Layani Warga


Kristiadi | Nusantara

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya kembali membuka dua puskesmas di wilayahnya untuk beroperasi melayani masyarakat setelah sebelumnya ditutup. Puskesmas itu ditutup lantaran ada perawat dan petugas yang terindikasi terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uue Supangat mengatakan, dua puskesmas yang sempat dihentikan pelayanan tersebut yakni Puskesmas Tamansari di Kecamatan Tamansari dan Puskesmas Cigeureung di Kecamatan Cipedes. Namun, dua puskesmas itu sudah kembali beroperasi, setelah petugas medis yang diduga terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui hasil polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab.

"Sebelumnya, petugas dan perawat berada di dua puskesmas tersebut tutup dan pelayanan dipindahkan ke puskesmas lainnya. Namun, para petugas setelah dites swab hasilnya negatif artinya pelayanan bisa kembali beraktivitas seperti biasa melayani warganya," katanya, Minggu (24/5/2020).

Baca Juga: Empat Pegawai Puskesmas di Tasikmalaya Positif Korona

Sebelumnya, Dinas Kesehatan melakukan penutupan Puskesmas Tamansari pada Senin (18/5) lantaran terdapat empat orang petugas medis terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil uji cepat (rapid test). Setelah itu, Puskesmas Cigeureung di Kecamatan Cipedes, ikut ditutup setelah ada lima petugas medis dinyatakan positif melalui rapid test, pada Kamis (21/5).

"Layanan puskesmas kembali dibuka Jumat (22/5) karena petugas yang telah terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui test swab. Sementara Puskesmas Cigeureung dibuka kembali Sabtu (23/5), karena petugas yang terindikasi terpapar Covid-19 dipastikan negatif melalui hasil tes swab dan pelayanan bisa menangani 100%," ujarnya.

Baca Juga: PSBB Berdampak Landainya Kasus Korona di Tasikmalaya

Menurutnya, untuk memastikan hasil rapid tes Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat untuk melakukan tes swab kekhususan untuk tenaga medis dan hasilnya dapat diketahuinya dengan cepat. Namun, sekarang semua sudah kembali beraktivitas dan tidak lagi melakukan isolasi karena para petugas sendiri selama ini sudah menunjukkan mereka negatif Covid-19.

"Alhamdulillah hasilnya negatif semua. Saya juga langsung lapor ke pimpinan daerah untuk membuka kembali layanan hingga langsung disetujui. Karena, hasil PCR yang dilakukan selama itu merupakan diagnosis pasti untuk menentukan seseorang negatif atau positif Covid-19 dan tidak ada alasan mempercayai hasil tes tersebut," pungkasnya. (Kristiadi/AD/OL-10)

BERITA TERKAIT