24 May 2020, 13:00 WIB

Sri Mulyani: Tidak Ada Kesehatan, Tidak Ada Ekonomi


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp75 triliun untuk bidang kesehatan dalam rangka menghadapi pandemi covid-19. Anggaran tersebut diperuntukkan tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 dan upaya penyelamatan kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam audiensi bersama Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK), Jumat (22/5). Di kesempatan itu, ia menyatakan tidak ada tawar menawar soal kesehatan masyarakat.

"Tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dipisahkan. Maka kalau tidak ada kesehatan, tidak ada ekonomi, begitu juga sebaliknya," kata Sri Mulyani dari akun Instagram pribadinya, Minggu (24/5).

Baca juga: Ini Pesan Idulfitri Sri Mulyani

"Itu sebabnya, pada saat terjadi pandemi, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp75 triliun khusus untuk kesehatan dan penyelamatan masyarakat dari covid-19," sambung dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, sebagai bendahara negara yang bertanggung jawab pada formulasi dan kebijakan fiskal, dirinya berupaya untuk menerima berbagai masukan dari berbagai sudut pandang. Hal itu demi terwujudnya dampak positif dari kebijakan keuangan negara bagi masyarakat.

Salah satu upaya mendengar masukkan tersebut yakni dengan melakukan audiensi, salah satunya bersam KoMPAK.

Apa yang disampaikan dalam forum itu, kata perempuan yang karib disapa Ani tersebut, akam dijadikan pertimbangan dalam penyusunan APBN 2021, utamanya untuk mereformasi sektor kesehatan.

"Saya bersyukur dialog ini bisa terlaksana, karena saya berkesempatan menyampaikan secara pribadi rasa kagum saya, penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat profesi maupun asosiasi di bidang kesehatan," tutur Ani.

KoMPAK merupakan wadah koalisi antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesis (IAKMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (ADINKES), Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia (PP KESTRAK), Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboraturium (GAKESLAB) Indonesia, Persatuan Ahli Teknologi Laboraturium Medik Indonesia (PATELKI), Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesis (GPFI) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). (OL-1)

BERITA TERKAIT