24 May 2020, 01:48 WIB

Banjir Landa Samarinda di Malam Lebaran


Ant | Nusantara

WILAYAH kota Samarinda, Kalimantan Timur kembali dikepung banjir  pada malam takbiran, akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari belakangan.

Sejumlah ruas jalan serta pemukiman warga di Ibu kota Provinsi Kaltim tersebut digenangi luapan air.  Kondisi terparah terjadi di kawasan Kecamatan Samarinda Utara, yang sempat melumpuhkan akses jalan menuju Bandara APT Pranoto Samarinda sejak Jumat (22/5).

Saat ini genangan meluas di sejumlah titik langganan banjir, seperti di Jalan dr Sutomo, Jalan Pangeran Antasari dan kawasan simpang Sempaja Samarinda.

 

"Tadi pagi genangan air hanya sebatas mata kaki, tapi saat ini ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa," kata Sudarno warga Sutomo yang ditemui Sabtu (23/5) malam

 

Di lokasi tersebut terdapat masjid yang sebagian halamannya juga ikut terendam banjir. Namun terlihat masih ada aktivitas panitia pembagian zakat dan masyarakat yang mengumandangkan takbir.

Sejumlah warga juga mulai memindahkan barang, karena khawatir air akan masuk ke rumah mereka.

"Persiapan saja, karena lebaran tahun lalu rumah kami terendam, dan banyak barang yang rusak, makanya kami siap- siap pindahkan barang," kata Marzuki warga di lokasi yang sama.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Samarinda, Riza Alfian Noor memperkirakan hujan masih akan terjadi pada periode 23 hingga 25 Mei.

“Kami prediksinya musim kemarau paling cepat datang akhir Juni. Itu daerah Kaltim bagian utara. Untuk Samarinda diprediksi di akhir Juli baru kemarau. Artinya warga masih harus tetap waspada ancaman banjir,” tandas Riza.

Riza menjelaskan, masih tingginya curah hujan karena pola karakteristik pada masa transisi menimbulkan anomali cuaca. Dalam periode yang relatif pendek, cuaca mudah berubah-ubah. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT