23 May 2020, 20:25 WIB

H-1 Lebaran, Kementan Pastikan Stok Bawang Merah Aman


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Memasuki H-1 lebaran, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memastikan bawang merah masih tersedia. Di tengah situasi pandemi Covid-19, Kementan terus mengawal ketersediaan pangan pokok salah satunya bawang merah.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, Kementan juga melakukan pengawalan distribusi bawang merah. Terutama dari wilayah surplus ke daerah-daerah minus yang berimbas pada naiknya harga.

"Menjelang lebaran ini, kami pantau langsung kondisi pasokan bawang merah dan distribusinya. Faktanya, masih banyak hasil panen yang ditemui,” kata Prihasto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5).

Baca Juga: Kementan Jamin Stok Bawang Merah Aman Hadapi Ramadan dan Lebaran

Menurutnya selama pandemi ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran mendukung pemasaran produk hortikultura termasuk bawang merah.

“Kami fasilitasi biaya ongkos kirim untuk mengirim bawang merah dari sentra surplus ke daerah yang minus. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan konsumen tidak terbebani dengan penambahan biaya angkut,” ujar Prihasto.

Kementan juga telah melakukan distribusi bawang merah dari daerah surplus yakni Brebes ke berbagai daerah dengan total 42 ton bawang merah yang telah didistribusikan oleh Dirjen Hortikultura.

Adapun tujuan distribusi yakni Medan, Pematang Siantar, dan Air Tiris Provinsi Riau ke tiga daerah tersebut mendapatkan jatah sebanyak 14 ton bawang merah. Bawang merah tersebut berasal dari Gudang Larangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Baca Juga: Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Stok Bawang Merah Dipastikan Aman

Untuk penjualannya bawang merah tersebut rencana dijual di lokasi pasar tujuan sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 per kg. Sementara dari pantauan harga bawang merah di Kota Medan dan Riau saat ini berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kg.

Sebelumnya, sebanyak 22 ton bawang merah juga telah diberangkatkan dari Cirebon untuk didistribusikan ke Palembang dan Medan. Tujuannya untuk mengguyur pasokan bawang merah di Sumatera Utara untuk menekan harga.

Prihasto menegaskan komitmen pemerintah yang tidak hanya hadir apabila harga produk petani naik. Namun juga memberikan skema tunda jual apabila harga jatuh.

Baca Juga: Terdampak Covid-19 Harga Cabai Merah Melorot di Brebes

"Untuk bawang merah, selain biaya distribusi kami sudah anggarkan subsidi biaya sewa gudang untuk tunda jual apabila harga berpotensi turun. Kelompok tani dan Dinas Pertanian yang menyediakan gudangnya, kami yang bayar sewanya," Tutupnya. (Iam/OL-10)

BERITA TERKAIT