23 May 2020, 15:14 WIB

DMI DKI Khawatir Warga Nekat Salat Id di Lapangan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DEWAN Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengkhawatirkan ada pengurus masjid atau warga yang masih nekat melaksanakan Salat Idulfitri secara berkerumun meski sudah dilarang.

"Kami khawatirkan nanti ketika DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) menutup masjidnya, mereka alihkan Salat Id di lapangan, takutnya gitu," ujar Ketua Dewan DMI DKI Jakarta KH Ma’mun Al-Ayyubi saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (23/5).

Ma'mun mengatakan pihaknya bersama aparat bakal mengawasi lingkungan sekitar warga agar tetap mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengikuti seruan bersama DMI DKI dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI untuk tetap Salat Idul Fitri di rumah.

"Sekarang dipantau lah, tapi kalau ada yang memilih di lapangan ini di luar tanggung jawab DKM. Kami kan hanya sekadar memberikan seruan, sanksinya ada di aparat," jelas Ma'mun.

Baca juga: Masjid di Jagakarsa Tolak Salat Id di Rumah, DMI: Sudah Clear

Sampai saat ini, DMI Jakarta belum menerima laporan ada masjid yang bakal melaksanakan Salat Idulfitri di masjid. Seruan untuk beribadah di rumah sudah tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB di Jakarta.

"Ada 3.700 masjid di DKI. Dari laporan pengawasan satgas-satgas DMI belum ada yang melaporkan salat Id, mudah-mudahan tidak ada lah," kata Ma'mun.

"Seruan tertulis dari kami kan sudah, dengan pak gubernur juga sudah diserukan Salat Idulfitri di rumah, lalu takbiran boleh di masjid sesuai protokol covid-19," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT