23 May 2020, 14:45 WIB

Imbas Siklon Mangga, Tinggi Gelombang di NTT Capai 4 Meter


Palce Amalo | Nusantara

TINGGI gelombang di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (23/5) mencapai maksimal empat meter. Gelombang tinggi masih berlangsung sampai 25 Mei 2020.

Gelombang tinggi di picu Siklon Mangga yang tumbuh di Semudera Hindia, sekitar 1.300 kilometer barat daya Bengkulu. Tekanan udara di pusat badai 995 hectopascal (hPa). Kondisi ini berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di Samudera Hindia barat Sumatera. Pusat tekanan rendah 1009 hPa terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo mengatakan mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari utara timur dengan kecepatan 5-20 knot.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Warga di Depok Penuhi Pasar Tradisional

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari barat daya-barat laut dengan kecepatan 5-25 knot per jam, yang berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan tersebut.

Menurutnya, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Rote-Kupang, perairan Pulau Semau, perairan Kepulauan Kei, Aru, dan Laut Arafura. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Tinggi gelombang di perairan NTT antara 25-2,5 meter terjadi di Selat Sumba dan perairan utara Kupang-Rote. Selain itu tinggi gelombang 2,5-4 meter terjadi di Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, Laut Sawu, perairan selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia selatan kupang-Rote.

Menurutnya, gelombang tinggi sangat berbahaya bagi armada pelayaran mulai dari kepala nelayan, fery, dan tongkang. "Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir pantai agar selalu waspada," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Dua Pasien Lansia di Simalungun Sembuh Dari Covid-19

 

BERITA TERKAIT