23 May 2020, 14:27 WIB

Jelang Lebaran, Warga di Depok Penuhi Pasar Tradisional


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

MENJELANG Hari Raya Idulfitri 1441 H, pasar tradisional dipenuhi oleh pengunjung. Mereka tak lagi mematuhi protokol kesehatan Pembatasan Sosial Berskaka Besar (PSBB).

Pengunjung pasar tradisional yang mengabaikan protokol PSBB di antaranya pengunjung Pasar Mini simpang Raya Bogor-Koja, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Pasar Sukatani, Pasar Tugu, Pasar Musi, Pasar Agung, Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemirimuka.

Selain sesak, area jalan pasar tradisional juga disesaki motor-motor dan mobil pengunjung yang diparkir di sepanjang jalan membuat kondisi lalu lintas macet parah.

Berjubelnya pengunjung diseluruh pasar tradisional ini membuat sulit bagi siapa saja melangkah dengan bebas.

"Seluruh pasar tradisional macet parah, padahal, pasar-pasar tradisional di Kota Depok ini merupakan daerah zona merah covid-19. Seharusnya pengunjung menaati himbauan pemerintah tidak keluar rumah," ungkap Koordinator Ketertiban Pasar Cisalak, Duslani, Sabtu (23/5).

Baca juga:  Pasar Ikan di Semarang Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Duslani mengungkapkan, di pasar mini Simpang Raya Bogor-Jalan Koja yang bersebelahan dengan pasar Cisalak, ramai pengunjung sehari. Arus lalu lintas terlihat sangat padat. Bahkan, gerobak-gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang berjajar di pinggir jalan memperparah kemacetan.

Pedagang dan pembeli pun banyak yang tidak mengenakan masker serta tidak menjaga jarak.

Ironinya, sambung Duslani, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok tak tampak dilapangan untuk menertibkan lapak-lapak PKL yang berjualan di bahu jalan tersebut.

Pantauan Media Indonesia, kerumuman pengunjung tidak mematuhi Surat Edaran (SE) Walikota Depok yang mewajibkan warga mengenakan masker pelindung diri ketika beraktivitas di luar rumah.

Di area check point PSBB pertigaan Jalan Raya Bogor-Jalan Komjen Pol M Jasin, Tugu, Cimanggis, pun terpantau nihil petugas Satpol PP.(OL-5)

BERITA TERKAIT