23 May 2020, 12:37 WIB

Soal Takbiran Keliling, PKS: Mudaratnya Lebih Besar


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abdurrahman Suhaimi mengatakan izin takbiran di masjid harus melibatkan penjagaan aparat keamanan. Karena, itu salah satu cara mencegah terjadinya kegiatan takbir keliling di jalan.

"Takbir keliling mudharatnya lebih besar. Aparat harus mencegah adanya takbiran dengan berkerumun, beri edukasi ke masyarakat atau dengan cara persuasif agar jangan ada takbir keliling," ujar Suhaimi kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (23/5).

Apabila ada warga yang ingin melakukan takbiran di masjid harus tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Seperti, tidak boleh lebih dari 5 orang di dalam satu masjid dan menjaga jarak. Hal ini untuk mencegah meluasnya penularan virus menular itu.

"Di masjid boleh dikumandangkan takbiran, tapi enggak boleh berkerumun, satu dua orang cukup. Harus terapkan protokol kesehatan," kata Suhaimi.

Baca juga: Pemprov DKI akan Tindak Tegas Warga Nekat Takbiran

Soal pelaksanaan Salat Idulfitri, Suhaimi juga meminta warga menaati fatwa dari Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta dan Dewan Masjid Indonesia yang mengimbau dan meminta warga Jakarta agar berlebaran di rumah.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menegaskan bakal menertibkan warga yang masih nekat berkerumun saat takbiran. Pihaknya mengawasi di jalan-jalan strategis Ibu kota untuk memastilan tidak ada warga yang nekat melakukan kegiatan tersebut saat PSBB.

"Kalau ada takbiran keliling naik mobil, kita turunkan (warga). Kita suruh pulang lalu didata mereka dari mana," kata Arifin di Jakarta, Jumat (22/5).(OL-5)

BERITA TERKAIT